Novel tersebut dikenal karena pada kenyataannya Poirot tak pernah mengunjungi TKP atau berbicara dengan saksi mata atau pelaku manapun. Ia ditantang untuk meneguhkan klaimnya bahwa sebuah kejahatan dapat diselesaikan dengan kemampuan kecerdasan sendiri. Novel tersebut menandai kembalinya narantif orang pertama partial, sebuah teknik yang Christie telah sebagian besar tinggalkan pada masa sebelumnya dalam cuplikan Poirot tetapi ia sempat memakainya dalam novel Ariadne Oliver sebelumnya, The Pale Horse (1961). Terdapat dua alur yang bersinggungan: misteri yang Poirot kerjakan dari kursi berlengannya saat polisi bertugas di TKP, dan cerita mata-mata Perang Dingin yang diceritakan dalam naratif orang pertama.
Referensi
12Peers, Chris; Spurrier, Ralph; Sturgeon, Jamie (March 1999). Collins Crime Club – A checklist of First Editions (Edisi Second). Dragonby Press. hlm.15.
↑Cooper, John; Pyke, B. A. (1994). Detective Fiction – the collector's guide (Edisi Second). Scholar Press. hlm.82, 87. ISBN0-85967-991-8.