Lahir di Kyaukse, Burma Atas, Than Shwe mengenyam pendidikan militer dan bergabung dengan Tatmadaw (angkatan bersenjata) pada tahun 1953. Ia terus naik pangkat hingga pada tahun 1985 ditunjuk sebagai Wakil Panglima Angkatan Pertahanan. Pada tahun 1988, setelah kudeta militer yang mengikuti Pemberontakan 8888, ia ditunjuk sebagai wakil ketua SPDC (saat itu bernama SLORC) dan wakil perdana menteri oleh Saw Maung.
Pada 23 April 1992, Saw Maung mendadak mengundurkan diri karena alasan kesehatan, dan Than Shwe segera mengambil alih kepemimpinan sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, dan panglima tertinggi militer.
Kepemimpinan dan Kebijakan
Sebagai kepala negara, Than Shwe memainkan peran utama dalam membentuk lanskap politik Myanmar modern.[1] Ia mengadopsi Konstitusi Myanmar 2008 dan mengimplementasikan berbagai kebijakan yang bertujuan pada pembangunan ekonomi, modernisasi infrastruktur, serta pemindahan ibu kota negara dari Yangon ke Naypyidaw yang dibangun secara khusus.[2]
Meskipun masa jabatannya mencatat sejumlah pembangunan fisik, ia juga menghadapi kritik keras internasional terkait tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, penindasan terhadap gerakan demokrasi, dan penahanan rumah yang berkepanjangan terhadap pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi.
Pensiun dan Warisan
Pada tahun 2011, Than Shwe secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dan menyerahkan kekuasaan kepada penggantinya yang ia pilih sendiri, Thein Sein, sebagai bagian dari transisi menuju pemerintahan sipil yang didukung militer.[3] Sebagai Panglima Angkatan Bersenjata, ia digantikan oleh Min Aung Hlaing. Meskipun telah pensiun, Than Shwe diyakini masih memiliki pengaruh signifikan di belakang layar dalam struktur militer Myanmar.[4]
Referensi
↑Egreteau, Renaud (19 Oktober 2009). "Shwe, Than". SciencesPo (dalam bahasa Inggris).