Tetrakain, juga dikenal sebagai ametokain, adalah anestesi lokal ester yang digunakan untuk mematikan rasa pada mata, hidung, atau tenggorokan.[1] Obat ini juga dapat diterapkan pada kulit sebelum memulai terapi intravena untuk mengurangi rasa sakit akibat prosedur ini.[2] Biasanya dioleskan dalam bentuk cairan pada area tersebut. Permulaan efek bila digunakan pada mata adalah dalam waktu 30 detik dan berlangsung kurang dari 15 menit.[1]
Efek samping yang umum termasuk rasa terbakar dalam waktu singkat di tempat penggunaan.[1] Reaksi alergi mungkin jarang terjadi.[3] Penggunaan jangka panjang umumnya tidak disarankan karena dapat memperlambat penyembuhan mata. Tidak jelas apakah penggunaan selama kehamilan aman untuk bayi.[1] Tetrakain termasuk dalam kelompok obat anestesi lokal tipe ester.[3] Ia bekerja dengan menghalangi pengiriman impuls saraf.[1]
Sebuah tinjauan sistematis menyelidiki tetrakain untuk digunakan di unit gawat darurat, terutama untuk memulai jalur intravena pada anak-anak, mengingat sifat analgesik dan penghematan biayanya. Namun, tidak ditemukan perbaikan pada percobaan kanulasi pertama.[6]
Tetrakain adalah T dalam TAC, campuran 5 hingga 12% tetrakain, 0,05% adrenalin, dan 4 atau 10% kokain hidroklorida yang digunakan dalam operasi telinga, hidung, dan tenggorokan serta di unit gawat darurat yang memerlukan mati rasa pada permukaan secara cepat, terutama bila anak-anak mengalami cedera pada mata, telinga, atau lokasi sensitif lainnya.[7]
Mekanisme kerja
Dalam penelitian biomedis, tetrakain digunakan untuk mengubah fungsi saluran pelepasan kalsium (reseptor rianodin) yang mengontrol pelepasan kalsium dari simpanan intraseluler. Tetrakain adalah penghambat fungsi saluran alosterik. Pada konsentrasi rendah, tetrakain menyebabkan penghambatan awal pelepasan kalsium secara spontan, sedangkan pada konsentrasi tinggi, blok tetrakain melepaskan sepenuhnya.[8]
Referensi
12345"Tetracaine". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 December 2016. Diakses tanggal 8 December 2016.
↑World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
↑Pywell A, Xyrichis A (September 2015). "Does topical Amethocaine cream increase first-time successful cannulation in children compared with a eutectic mixture of local anaesthetics (EMLA) cream? A systematic review and meta-analysis of randomised controlled trials". Emergency Medicine Journal. 32 (9). Emerg Med J: 733–737. doi:10.1136/emermed-2014-204066. PMID25351196. S2CID21769195.