Tenggiling raksasa asia (Manis palaeojavanica ["tenggiling Jawa purba"]) adalah sebuah spesies tenggiling punah dari genus Manis yang berasal dari Asia.[5]
Pada 1926, E. Dubois mendeskripsikan tulang-tulang M. palaeojavanica yang ditemukan di Jawa. Belakangan, Lord Medway menggali tulang-tulang lainnya di Niah, Malaysia. Pada 1960, Dirk Albert Hooijer mengidentifikasi tulang ini sebagai milik sejenis spesies punah. Menggunakan penganggalan karbon, tulang-tulang dari Niah tersebut ditentukan berusia 42,000–47,000 tahun.[6]
Spesies ini menjadi satu-satunya spesies tenggiling yang memiliki fosil yang hampir sempurna, karena sis-sisik mirip zirah yang melindungi tubuhnya saat mereka masih hidup.[7] Panjang hewan ini mencapai 2,5m (8,2ft).[8]
↑Hooijer, D.A., 1947 - A femur of Manis palaeojavanica Dubois from Western Java - Proceedings of the Koninklijke Nederlandsche Akademie van Wetenschappen 50 (4): 423-418