Pada umumnya untuk menentukan abad seorang ulamadengan tahun kematiannya, bukan tahun lahirnya dan bukan pula tahun hidupnya.
Contoh:
Imam Hambali tentunya bisa dinamakan Ulamaabad ke-2 Hijriyah, tetapi karena tahun wafat beliau tahun 241 H, maka beliau dideretkan dalam ulama-ulamaabad ke-3 Hijriyah.
Ibnu Taimiyah tentunya dapat dinamakan ulama abad ke-7, tetapi karena tahun wafatnya 728 H maka beliau dideretkan dalam kelompok ulama abad ke-8 H.