Tembok-tembok di Yerusalem (bahasa Arab:أسوار القدسcode: ar is deprecated ; bahasa Ibrani:חומות ירושליםcode: he is deprecated ) di sekitaran Kota Lama Yerusalem (sekitar 1km²). Pada tahun 1535, saat Yerusalem masih menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah, SultanSuleiman I memerintahkan untuk membuat tembok kota menjadi dibangun kembali. Pembangunan tembok berlangsung selama empat tahun, yakni antara tahun 1537 dan 1541.[2][3]
Panjang tembok-tembok tersebut adalah 4,018meter (2.4966mi), dengan rata-rata tinggi mencapai 12 meter (39.37kaki) dan rata-rata ketebalan mencapai 2.5 meter (8.2kaki). Di sepanjang tembok-tembok ini terdapat 34 menara pengawas di sepanjang tujuh gerbang utama Kota Lama Yerusalem yang dibuka untuk kepentingan lalu-lintas. Dua gerbang lainnya dibuka untuk kepentingan penelitian arkeologis.
Saat ini tembok Yerusalem telah berubah fungsi, yang sebenarnya dibangun untuk melindungi kota dari berbagai serangan, saat ini yang paling utama adalah tembok ini menjadi sebuah atraksi di Kota Lama Yerusalem dan menjadi bahan perhatian bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota ini.