Tembok Tepi BaratTembok di antara Abu Dis dan Yerusalem TimurRoute 443 berupa pagar berduri di dekat persimpangan Giv'at Ze'ev.Rute tembok pemisah pada Juli 2011.
Tembok Tepi Barat atau tembok pemisah Tepi Barat[1][2] adalah sebuah tembok pemisah yang dibangun oleh Israel di sepanjang Garis Hijau dan di beberapa bagian di dalam Tepi Barat. Israel menyebut tembok ini penting untuk membendung pengebom dari Palestina; sedangkan warga Palestina menyebut tembok ini sebagai bagian dari segregasi rasial dan sebuah representasi dari apartheid Israel, yang sering kali menyebut tembok ini sebagai "Tembok Apartheid" (Arab: جدار الفصل العنصري).[3][4]
Israel membangun tembok ini guna menanggulangi ancaman "bom bunuh diri" dari daerah Palestina. Namun, tembok ini banyak dikecam dunia karena tembok ini mengganggu kehidupan bangsa Palestina serta dituduh mencaplok daerah yang statusnya belum begitu jelas.[butuh rujukan]
Setelah selesai, panjang pemisah ini seluruhnya adalah sekitar 700 kilometer (430mi).[5] Sepanjang 90% dari pemisah itu merupakan pagar dengan pemisah vehikel berkawat duri dikelilingi oleh daerah ekslusi rata-rata selebar 60 meter (200ft), dan 10% pemisah ini merupakan tembok beton setinggi 8 meter (26ft).[6] Sampai tahun 2012, 4.397km (2.732,2mi) pemisah ini (62.1%) telah selesai dibangun, 566km (351,7mi) (8%) sedang dikerjakan dan 2.117km (1.315,4mi) (29.9%) masih direncanakan, tetapi belum dimulai pembangunannya.[7] Pemisah ini umumnya dibangun di Tepi Barat dan sebagian menyusuri garis batas "1949 Armistice Agreements", atau "garis hijau" (Green Line) antara Tepi Barat Israel dan Palestina.[8] Menurut organisasi hak-hak manusia Israel "B'Tselem", 8.5% area Tepi Barat itu berada di wilayah Israel dari pemisah tersebut, and 3.4% di sisi lain, tetapi "sebagian atau seluruhnya dikelilingi".[9]