Teluk Cenderawasih (bahasa Inggris:Cenderawasih Baycode: en is deprecated ), juga dikenal sebagai Teluk Sarera dan sebelumnya Teluk Geelvink (bahasa Belanda:Geelvinkbaaicode: nl is deprecated ), adalah sebuah teluk besar di utara Provinsi Papua, Papua Tengah dan Papua Barat, Papua, Indonesia.[1]
Geografi
Teluk Cenderawasih adalah teluk besar di barat provinsi Papua, barat laut provinsi Papua Tengah, dan timur provinsi Papua Barat. Secara geografis, teluk ini terletak di antara Semenanjung Kepala Burung dan muara Sungai Mamberamo.[butuh rujukan]
Teluk ini memiliki lebar lebih dari 300 km. Garis pantai dari Manokwari, di barat laut teluk, hingga Tanjung d'Urville di mulut Mamberamo mencapai lebih dari 700 km. Beberapa kota yang terletak di sepanjang teluk adalah Manokwari, Ransiki, Wasior dan Nabire.[butuh rujukan]
Nama Belanda teluk itu diambil dari fregatDe Geelvink yang digunakan Jacob Weyland untuk berlayar melewati teluk itu pada 1705. Fregat Belanda dinamai menurut nama keluarga Geelvinck.[butuh rujukan]
Kesultanan Tidore memiliki hubungan anak sungai dengan wilayah tersebut. Para pelaut dari daerah itu biasa memberi penghormatan kepada sultan.[2]
Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Spatula kayu dari Teluk Cenderawasih (sebelumnya Teluk Gheelvink). Muséum de Toulouse.
Di teluk ini terdapat kepulauan yang dikenal sebagai Kepulauan Biak (juga disebut Kepulauan Schouten, atau Kepulauan Geelvink), terdiri dari Biak, Kepulauan Padaido, Supiori dan Numfor. Lebih jauh ke selatan di teluk adalah pulau Yapen sepanjang 140 km. Pulau-pulau kecil di teluk ini adalah Mios Num (Pulau Num), Rumberpon, Waar (atau Meoswaar), Roon dan Kurudu. Kepulauan Mapia terletak di utara, dan selatan Palau.[butuh rujukan]