Terdapat beberapa pulau di lepas pantai timur Teluk Bangkok, seperti Ko Sichang, Ko Lan, dan Ko Phai.[1]
Lingkungan hidup
Kualitas air Teluk Bangkok dinilai "sangat buruk" oleh Departemen Pengendalian Polusi.[2]:54
Akibat kenaikan muka laut imbas pemanasan global, kota-kota di sekitar pesisir seperti Pattaya sering dilanda banjir. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Poramet Ngampichet, Pattaya telah melaksanakan proyek drainase untuk mengurangi banjir.[3] Banjir telah menyebabkan Pantai Pattaya terkikis, menyapu pasir dalam jumlah besar ke teluk. Pasir yang terkikis kemudian diganti oleh Departemen Kelautan Thailand.[4]
Tumpahan minyak dan bahan kimia
Pada bulan Mei 2019, kebakaran di atas kapal Korea Selatan di Laem Chabang menyebabkan tumpahan bahan kimia berskala besar, yang mengakibatkan kerugian lebih dari ฿100 juta.[5]
Pada tanggal 12 Februari 2023, sebuah kapal tanker minyak yang berlabuh di Laem Chabang mulai menumpahkan sekitar 2.000 liter minyak ke dalam air.[6]
Pada tanggal 3 September 2023, pipa minyak di terminal minyak Si Racha pecah, mencemari air dengan 50–70 m³ minyak dan menciptakan tumpahan minyak sepanjang 5 km.[7]
Kehidupan laut
Pada tanggal 8 September 2023, setelah musim hujan, sebagian pesisir Provinsi Chonburi mengalami ledakan plankton yang membunuh banyak biota laut seperti ikan peperek, kepiting, ikan buntal, dan tilapia.[8][9]
Teluk ini juga merupakan habitat bagi paus bryde. Pada awal November 2020, kerangka paus bryde yang hampir terawetkan dengan sempurna ditemukan di pesisir Distrik Ban Phaeo, Samut Sakhon.[10]Penanggalan radiokarbon oleh laboratorium paleobiologi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kerangka tersebut berusia sekitar 3.380 tahun.[11]Universitas Nasional Singapura menyatakan bahwa kerangka tersebut menambah bukti perubahan permukaan laut yang signifikan sekitar 6.000 hingga 3.000 tahun yang lalu di Teluk Bangkok.[12]
Survei yang dilakukan oleh Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir pada tanggal 27 hingga 30 November di pesisir Teluk Bangkok menemukan keberadaan tiga paus bryde lagi, sehingga populasi paus bryde di teluk tersebut menjadi sembilan.[13][14]
Pada tanggal 15 Desember 2023, terumbu karang buatan hasil cetak tiga dimensi dipasang di lepas Pulau Ko Sak, Pattaya, dekat Koh Lan.[15]
Pesisir Teluk Bangkok ditempati oleh beberapa kota besar seperti Hua Hin, Pattaya, Si Racha, dan Laem Chabang. Laem Chabang adalah salah satu pelabuhan terpenting di Thailand dan dapat menangani 7,7 juta TEU.[17] Di sebelah utara Laem Chabang terdapat pelabuhan minyak Si Racha, yang merupakan pelabuhan utama untuk impor minyak ke Thailand.[18] Si Racha memiliki total kapasitas 275.000 barel per hari.[19] Pelabuhan yang lebih kecil termasuk Pelabuhan Koh Si Chang di Koh Si Chang.[17] Teluk ini juga menyediakan akses internasional ke Pelabuhan Bangkok.
Pantai Pattaya pada bulan Juni 2017
Pantai-pantai di teluk ini memainkan peran penting dalam perekonomian daerah tersebut dan sektor pariwisata Thailand. Pattaya, kota wisata utama di Provinsi Chonburi, memiliki beberapa pantai, dengan Pantai Pattaya menjadi yang paling populer.[20] Koh Lan adalah pulau yang populer di lepas pantai Pattaya di Teluk Bangkok, yang menarik sekitar 2.500 pengunjung setiap hari selama musim puncak pariwisata di Thailand sebelum pandemi Covid-19.[21]
Usulan penyeberangan laut
'Jembatan Thai' atau 'Saphan Thai' adalah usulan sistem jembatan-terowongan yang akan membentang melintasi Teluk Bangkok dari Hua Hin di Provinsi Phetchaburi hingga Pattaya di provinsi Chonburi. Biayanya diperkirakan sekitar ฿900 miliar pada tahun 2020,[22] sementara panjangnya sekitar 80 hingga 100 km, membuatnya lebih panjang daripada Jembatan Hong Kong–Zhuhai–Makau, penyeberangan laut terpanjang saat ini.[23] Jika dibangun, jembatan ini akan menghemat waktu tempuh sekitar 2–3 jam.[24]
Ide koneksi ini disetujui pada tahun 2020 oleh Pusat Administrasi Situasi Ekonomi (CESA).[22] Komite kebijakan Koridor Ekonomi Timur menyetujui studi tentang kelayakan proyek untuk menghubungkan Pelabuhan Laem Chabang dengan pelabuhan di Chumphon dan Ranong pada 7 Oktober 2020, termasuk di dalamnya Saphan Thai. Dipimpin oleh Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, proyek ini bertujuan untuk menyelesaikan penyeberangan pada tahun 2023.[25]
Proyek ini diusulkan dengan membangun jembatan darat antara Chumphon dan Ranong melintasi Tanah Genting Kra,[23] yang telah disetujui oleh kabinet Srettha Thavisin pada tanggal 16 Oktober 2023.[26]
Referensi
↑Hydrographic Service of the Royal Thai Navy, Chart 142