Untuk stasiun televisi Amerika Serikat, lihat Antenna TV.
Foto antena televisi jenis Yagi-Uda yang digunakan untuk menerima siaran televisi terestrial melalui frekuensi VHF dan UHF. Antena ini bekerja dengan menangkap gelombang radio dan meneruskan sinyal televisi ke perangkat penerima. Foto ini dibuat oleh Yonatan Horan.
Televisi terestrial adalah sebuah sistem penyiaran televisi yang tidak melibatkan transmisi satelit. Biasanya menggunakan gelombang radio melalui pemancar atau antenatelevisi. Istilah ini lebih umum di Eropa, sementara di Amerika Serikat disebut sebagai siaran televisi over-the-air (OTA) yang membutuhkan tuner (televisi) untuk menikmati layanannya.
Sejarah penyiaran televisi terestrial dimulai sejak kelahiran televisi sebagai media penyiaran publik di Washington, D.C. pada tanggal 7 April1927. Selain sistem transmisi Stratovision yang dikembangkan Westinghouse, belum ada sistem transmisi televisi yang lain hingga tahun 1950-an sebelum lahirnya televisi kabel atau televisi antena kelompok (community antenna television, CATV). Sistem penyampaian sinyal televisi bukan terestrial yang pertama, sama sekali tidak tergantung pada sinyal yang berasal dari sumber terestrial tradisional yang mulai menggunakan satelit komunikasi pada tahun 1960-an dan 1970-an.