Artikel ini mungkin termasuk rintisan permanen. Artikel dapat dikatakan layak, tetapi sumbernya terbatas. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya jika memungkinkan.
Teddy Purba
Lahir
Tedjokusumo Purbonagoro (1956-05-20)20 Mei 1956 Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Meninggal
2000 (umur43–44) Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Pekerjaan
Pemeran, Produser
Tahunaktif
1979-2000
Tedjokusumo Purbonagoro (1956–2000), lebih dikenal dengan nama Teddy Purba, adalah seorang aktor dan produser asal Indonesia.[1] Ia memulai kariernya di dunia akting pada tahun 1979. Dasawarsa 1980-an menjadi puncak kariernya saat memerankan karakter Sancaka dalam film Gundala Putra Petir yang dirilis pada tahun 1981.[2]
Karier
Meskipun nama panggungnya terdengar seperti nama marga Batak, Teddy sebenarnya asli Jawa. Nama lengkapnya adalah Tedjokusumo Purbonagoro. Ia memulai debut karier sebagai aktor film pada tahun 1979 melalui film Kau dan Aku Sayang, kemudian tampil dalam Manusia Berilmu Gaib, serta Gundala Putra Petir (1981) di mana ia berperan sebagai Sancaka, sang Gundala. Lewat film Gundala Putra Petir inilah namanya mulai diperhitungkan dan dikenal luas sebagai aktor laga nasional.[3]
Aktor dengan tinggi badan 175 cm ini kemudian turut bermain dalam film horor Ratu Ilmu Hitam bersama sang Ratu Horor, Suzzanna,[4] dan secara berurutan tampil dalam film Bila Hati Perempuan Menjerit pada tahun 1981. Selain itu, ia juga pernah berperan dalam sinetron laga kolosal di televisi berjudul Saur Sepuh (1993–1994), bersama aktor laga George Rudy dan Elly Ermawati. Dalam sinetron tersebut, ia memerankan tokoh Tumenggung Ardalepa, ayah tiri Brama Kumbara.