Tayuhan (Nayuh) merupakan upacara adat suku Lampung yang dilakukan untuk merayakan sukacita, seperti khitanan, pernikahan, hasil panen yang berlimpah, juga pembangunan rumah. Tradisi ini adalah acara adat atau perayaan yang dilaksanakan oleh keluarga besar.[1] Tayuhan diawali dengan rapat keluarga atau rapat adat yang dinamakan himpun, dilakukan sebelum dilaksanakan Tayuhan dan Pangan. Rapat ini membahas tentang rencana pelaksanaan Tayuhan, termasuk tanggal, waktu dan lokasi pelaksanaan Tayuhan. Pada pelaksanaan upacara Tayuhan, para keluarga besar berkumpul dikediaman keluarga yang mengadakan Tayuhan.[2]
Pada saat Nayuh inilah baru dipertunjukkan penggunaan perangkat serta alat-alat adat berupa piranti adat di atas (di lamban) maupun piranti adat di bah (arak arakan) yang penggunaaanya disesuaikan dengan hukum adat yang berlaku. Umumnya, penggunaan Piranti ini disesuaikan dengan status Adoq atau Gelar Adat yang disandang. Tradisi Tayuhan memiliki makna untuk mempererat tali persaudaraan dan melestarikan budaya adat masyarakat Lampung. [1]
Keluarga besar membawa berbagai alat dan bahan yang diperlukan, seperti tandang bulu, kecambai, begulai, nyanyik buwak, hingga khambak bebukha. Penggunaan alat-alat ini akan disesuaikan dengan gelar adat yang dimiliki. Selain itu, pihak kerabat, keluarga besar dan khalayak dari pihak Baya maupun Kuakhi juga memberikan bantuan seperti berbagai bahan makanan mentah yang disebut juga Setukhuk atau makanan yang sudah dimasak dan siap hidang yang disebut Ngejappang. Setelah semuanya siap, Tayuhan akan dimulai. Acara ini biasanya diawali dengan pembacaan doa dan persembahan kepada leluhur lalu dilanjutkan dengan makan bersama dan juga hiburan.[3]
Tujuan
Upacara adat Tayuhan bertujuan untuk merayakan sukacita seperti pernikahan, khitanan, hasil panen berlimpah, atau pembangunan rumah.[2]
Pelaksanakaan
Upacara adat Tayuhan diawali terlebih dahulu dengan rapat keluarga yang disebut himpun untuk merencanakan pelaksanaan acara. Kemudian keluarga besar berkumpul dengan membawa berbagai perlengkapan adat. Lalu perangkat adat akan dipertunjukkan saat acara puncak yang disebut Pangan.[2]
Alat & bahan yang digunakan
Untuk persiapan Nayuh biasanya Keluarga besar akan memikul bersama kebutuhan bersama si empunya Tayuhan dalam menyiapkan peralatan dan bahan bahan yang diperlukan. Bahan bahan yang dimaksud seperti: