Tawarikh Nebukadnezar (bahasa Inggris:Nebuchadnezzar Chroniclecode: en is deprecated ; atau Tawarikh Yerusalem; bahasa Inggris:Jerusalem Chroniclecode: en is deprecated ; nama umumnya "First years of Nebuchadnezzar Chronicle", "Tawarikh tahun-tahun pertama pemerintahan Nebukadnezar"; kode "Assyrian and Babylonian Chronicles": ABC 5) adalah sebuah lempengan tanah liat (clay tablet) yang memuat peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Babel, yang termasuk dalam kumpulan Tawarikh Babilonia (bahasa Inggris:Babylonian Chroniclescode: en is deprecated ).[1] Tawarikh ini termasuk catatan yang ditulis sejak zaman pemerintahan Nabonassar sampai periode Kekaisaran Parthia, oleh para orang bijak (ahli bintang; astronom) Babel ("orang-orang Kasdim" atau "Chaldaeans"), yang rupanya menggunakan catatan harian astronomi (astronomical diaries) sebagai sumber mereka. Lempengan atau "tablet" ini sekarang adalah milik British Museum. Prasasti ini diberi nomor "ABC5" dalam teks standar Grayson serta nomor "BM 21946" pada British Museum.
Tawarikh mengenai sebelas tahun pertama pemerintahan raja Babel, Nebukadnezar II, yang merupakan salah satu tulisan historiographik dari Babel kuno. Memuat beberapa topik, catatan ini dimulai dengan peperangan setelah jatuhnya kota Niniwe pada tahun 612 SM dan keruntuhan kekaisaran Asyur. Yang paling menarik perhatian adalah Referensi mengenai direbutnya Yerusalem pada sekitar tahun 597 SM. Tidak kalah pentingnya adalah catatan mengenai pertempuran Nebukadnezar melawan raja Mesir, Nekho II, di Karkemis untuk memperebutkan Suriah ('Hatti'). Nekho II berusaha menguasai provinsi-provinsi bagian barat Asyur, sementara Nabopolassar dan Nebukadnezar merasa wilayah itu milik mereka. Terjemahan Inggris mula-mula diambil dari karya A.K. Grayson, "Assyrian and Babylonian Chronicles" (1975), dan Jean-Jacques Glassner, "Mesopotamian Chronicles" (Atlanta, 2004).[2]
Kaitan dengan prasasti-prasasti lain
Saat ini merupakan satu dari dua Tawarikh yang teridentifikasi merujuk kepada raja Nebukadnezar, tetapi tidak meliputi seluruh masa pemerintahannya. Prasasti "ABC 5" merupakan bagian Tawarikh Babilonia yang adalah kelanjutan dari "ABC 4" ("Tahun-tahun terakhir pemerintahan Nabopolassar"), di mana Nebukadnezar disebut sebagai "putra mahkota".[3] Karena "ABC 5" hanya memuat catatan sampai tahun ke-11 pemerintahan Nebukadnezar,[4] kehancuran dan pembuangan yang terjadi di Yerusalem 10 tahun sesudahnya, sebagaimana yang dicatat di dalam Alkitab, tidak termuat dalam Tawarikh ini dan sampai sekarang belum ada catatan pada prasasti arkeologi lainnya.[5]
Dalam perang terbuka mereka saling memukul dada satu sama lain dan menimbulkan banyak korban pada kedua belah pihak. Raja Akkad berbalik kembali dengan pasukannya dan pulang ke Babilon.
dan menyusuri padang gurun mereka mengambil banyak jarahan dari orang Arab, harta milik mereka, hewan-hewan dan dewa-dewa. Dalam bulan Addaru raja kembali ke negerinya.
Dengan senjata ia membantai banyak tentaranya sendiri. Tangannya sendiri menangkap musuhnya.
23'.
Dalam bulan [...] ia bergerak ke tanah Hatti, di mana raja-raja dan [...]-pembesar
24'.
datang ke hadapannya dan ia menerima upeti besar mereka dan kemudian kembali ke Babilon.
25'.
Dalam tahun ke-11 dalam bulan of Kislîmu, raja Akkad mengumpulkan pasukannya dan bergerak to the tanah Hatti.
~ 594/593 SM; bulan Kislîmu = bulan ke-9 Kislew (Desember)
Berkaitan dengan Mesir
Tawarikh Yerusalem mencatat penyerangan tentara Babel ke Mesir dan kegagalannya sebagai berikut:
Dalam tahun ke-4 (~601/600 SM) raja Akkad mengumpulkan tentaranya dan bergerak ke tanah Hatti. Di tanah Hatti mereka bergerak tanpa perlawanan. Dalam bulan Kislîmu (bulan ke-9 Kislew; November-Desember) ia memimpin tentaranya dan bergerak ke Mesir. Raja Mesir mendengarnya dan mengumpulkan tentaranya. Dalam perang terbuka mereka saling memukul dada satu sama lain dan menimbulkan banyak korban pada kedua belah pihak. Raja Akkad berbalik kembali dengan pasukannya dan pulang ke Babilon.[9]
Dalam tahun ke-5 (~ 600/599 SM) raja Akkad tinggal di negerinya dan mengumpulkan bersama-sama kereta-kereta dan kuda-kuda dalam jumlah besar.[10]
Ini dikaitkan dengan 2 Raja-raja 24:1 di mana Yoyakim, raja Yehuda, setelah 3 tahun berturut-turut membayar upeti (~ tahun 604-602 SM), merasa tidak perlu lagi takluk kepada raja Babel sejak tahun 601 SM tersebut dan ini kemudian akhirnya menyebabkan kematian tragisnya di tangan pasukan Babel.
Berkaitan dengan gerombolan di padang gurun
Adanya gerombolan "orang Arab" di padang gurun dengan harta milik yang banyak dicatat sebagai berikut:
Dalam tahun ke-6 (~ 599/598 SM) dalam bulan Kislîmu (bulan ke-9 Kislew; November-Desember) raja Akkad mengumpulkan tentaranya dan bergerak ke tanah Hatti. Dari tanah Hatti ia mengutus pasukan-pasukannya, dan menyusuri padang gurun mereka mengambil banyak jarahan dari orang Arab, harta milik mereka, hewan-hewan dan dewa-dewa. Dalam bulan Addaru (bulan ke-12 Adar; Februari-Maret) raja kembali ke negerinya.[11]
Ini dikaitkan dengan 2 Raja-raja 24:2 di mana tercatat adanya gerombolan-gerombolan Kasdim, gerombolan-gerombolan Aram, gerombolan-gerombolan Moab dan gerombolan-gerombolan bani Amon melawan Yoyakim.
Prasasti ini mengklaim bahwa Nebukadnezar: "menyeberangi sungai untuk melawan tentara Mesir yang berada di Karchemiš (Karkemis). Mereka saling berperang dan tentara Mesir mundur dari hadapatnnya. Ia mengakibatkan kekalahan mereka dan menghancurkan mereka sampai tidak tersisa. Karena tentara Mesir sisanya lari dari kekalahan sedemikian cepatnya tanpa membawa senjatanya, di distrik Hamat pasukan Babel berhasil mengejar dan mengalahkan mereka sehingga tidak ada seorangpun dapat lolos ke negaranya sendiri. Pada waktu itu Nebukadnezar menguasai seluruh wilayah Hamat."[12]
Ini dikaitkan dengan Yeremia 46:2
Pengepungan Yerusalem
Tawarikh ini tidak merujuk nama Yerusalem secara langsung tetapi menyebutkan sebuah "Kota Yehuda" ("Iaahudu"). Mengenainya Tawarikh ini menyatakan:
Pada tahun ke-7 (~ 598/597 SM), bulan Kislîmu (November-Desember), raja Akkad mengumpulkan pasukannya, dan setelah ia menyerang tanah Hatti (Suriah), ia mengepung kota Yaahudu (Yehuda). Pada hari ke-2 bulan Addaru (2 Adar; 15 malam/16 Maret 597 SM) ia merebut kota itu dan menangkap rajanya (Yoyakhin). Ia mengangkat penggantinya di sana seorang raja pilihannya (Zedekia), dan setelah ia menerima jarahan besar dan ia mengirimkannya ke Babilon. (BM 21946 bagian belakang (reserve), baris 11'-13').[13]
Tawarikh ini dipahami memastikan tarikh Pengepungan Yerusalem tahun 597 SM.[5] Sebelum penerbitan Tawarikh Babilonia oleh Donald Wiseman pada tahun 1956,[14]Thiele telah menentukan berdasarkan teks Alkitab bahwa Nebukadnezar pertama kali merebut Yerusalem pada musim semi (~ 16 Maret) 597 SM,[15] sementara para sarjana lain, termasuk Albright, lebih sering memberi tarikh peristiwa itu pada tahun 598 SM.[16]
123Lemche, in Grabbe, p216; quote: "Sangat mudah melupakan bahwa tahun 587 SM secara eklusif adalah tarikh alkitabiah. Peristiwa pada tahun 597 SM terkonfirmasi oleh sumber-sumber luar tidak otomatis membuktikan peristiwa tahun 597 SM itu pernah terjadi. Mungkin saja peristiwa seperti tahun 587 SM terjadi, tetapi tidak dapat dibuktikan. Adanya anggota-anggota keluarga kerajaan Yehuda di istana Babel pada zaman Kekaisaran Babilonia Baru tidak mengindikasikan kehancuran pada 587 SM seperti pada Perjanjian Lama-melainkan hanya mengindikasikan penawanan Yoyakhin pada tahun 597 SM"
↑Kutipan bahasa Inggris: "In the seventh year (of Nebukadnezar) in the month Chislev (Nov/Dec) the king of Babylon assembled his army, and after he had invaded the land of Hatti (Syria/Palestine) he laid siege to the city of Judah. On the second day of the month of Adar (16 March) he conquered the city and took the king (Jeconiah) prisoner. He installed in his place a king (Zedekiah) of his own choice, and after he had received rich tribute, he sent forth to Babylon". Sumber: No 24 WA21946, The Babylonian Chronicles, The British Museum
↑D. J. Wiseman, Chronicles of Chaldean Kings in the British Museum (London: Trustees of the British Museum, 1956) 73.