Proses produksi film ini dilakukan pada akhir tahun 2019, dan merupakan produksi film pertama di Indonesia yang menerapkan zero waste movement. Sebagai bagian dari apresiasi budaya dan daerah di mana film tersebut diambil, tim produksi berkomitmen untuk mengurangi sampah yang dihasilkan dalam produksi. Tim produksi menukar pemakaian alat makan dan gelas sekali pakai dengan peralatan yang dapat digunakan kembali. Air mineral dalam kemasan ditiadakan dan botol minum dibagikan ke crew dan pemain untuk mengisi ulang air minum.[1]
Film Tarian Lengger Maut mendapatkan sambutan hangat dari para penonton di masa pandemi. Selama 4 hari tayang di bioskop, film ini berhasil kumpulkan 100.000 penonton.[3] Tepat 10 hari penayangan, film ini berhasil kumpulkan 200.000 penonton. Hingga saat ini, film ini ditonton 222.062 orang