Tari Pidata adalah tari modern yang berasal dari desa Lenek, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Biasa tarian ini dipentaskan untuk menyambut perayaan Hari Besar Nasional dan lain-lain seperti hari maulid nabi muhammad SAW.[1] Kata Pidata sendiri berarti pemujaan. Maksudnya sebagai bentuk permohonan atau doa kepada Tuhan agar selalu diberi keselamatan. Tarian ini sedikit mirip dengan tarian Pendet dari Bali. Pencipta gerakan tari ini bernama Amaq Raya, sementara itu nama tari Pidata diberikan oleh Rabil sama seperti judul lagu pengiringnya.[2]
Ada 3 gerakan dalam tari ini; pendahuluannya dimulai dengan gerakan duduk seperti menyembah, lalu masuk ke gerakan inti dengan menabur bunga yang dilakukan oleh 4 penari wanita yang membawa bokor bunga, setelah itu tari ini diakhiri dengan gerakan yang sama seperti pendahuluan. Masing-masing penari memakai busana bapang, lalu dilengkapi dengan aksesoris ikat, kemben, kereng, lempot dan lambe. Lama tari berlangsung 10 sampai 15 menit.