Tari Dana-Dana adalah tari pergaulan dari Provinsi Gorontalo yang dikenal seiring dengan masuknya pengaruh agama Islam ke Gorontalo. Tari ini merupakan bentuk sarana dakwah Islam yang pertama kali ditarikan pada 1525. Saat ini, tari ini dipergunakan dalam acara penyambutan tamu, pernikahan, dan acara keagamaan.[1]
Sejarah
Tari Dana-Dana pertama kali diperkenalkan pada 1525 Masehi, seiring dengan masuknya agama Islam ke Provinsi Gorontalo. Tarian ini terinspirasi dari tarian Arab yang biasanya ditarikan oleh para remaja muda di malam pernikahan untuk menghibur keluarga pengantin.[2]
Tarian ini kemudian dijadikan sarana dakwah, dan pada awalnya ditarikan oleh laki-laki dan perempuan secara berpasangan. Namun, karena aturan dalam agama Islam, tari ini pada akhirnya ditarikan oleh empat orang remaja laki-laki. Tari ini pertama kali dipentaskan pada acara pernikahan Sultan Amai dan Putri Owotango.[1]
Tari Dana-Dana telah mengalami berbagai modifikasi selama bertahun-tahun dan disesuaikan dengan keaadan zaman, sehingga terdapat tiga variasi dalam tari ini, yaitu Tari Dana-Dana asli, Tari Dana-Dana Modern, dan Tari Dana-Dana kreasi. Walaupun telah mengalami berbagai modifikasi sesuai dengan perkembangan zaman, modifikasi ini tidak bertentangan dengan agama Islam, dilihat dari busana penari yang tetap tertutup. Modifikasi tari ini hanya terbatas pada jumlah pasangan dan jenis pakaian yang dikenakan.[3]
Ciri Khas
Gerakan
Tari Dana-Dana berasal dari bahasa Gorontalo, yaitu Daya-Dayango yang artinya menggerakkan seluruh anggota tubuh dan Na'o-Na'o yang artinya sambil berjalan.[2] Tarian ini umumnya dilakukan dengan gerakan yang energik dan lincah sesuai dengan irama musik. Tarian ini umumnya ditampilkan saat penyambutan tamu, pernikahan, dan acara keagamaan.[1]
Tari Dana-Dana diiringi musik gambus, rebana, suling, dan gong karena dapat memberikan suarana meriah dan penuh semangat.[3][4] Pantun bertema cinta atau pantun yang berisikan nasihat bagi remaja, karena tari ini umumnya menggambarkan kehidupan remaja yang energik dengan semangat hidup yang besar.[1][3] Tarian ini juga melambangkan cinta kasih dan kekeluargaan, serta keakraban pergaulan remaja.[3]
Pakaian
Para penari Dana-Dana biasanya menggunakan pakaian tradisional yang umumnya berwarna-warni. Penari wanita biasanya mengenakan kebaya, kain sarung dan jilbab. Penari pria akan mengenakan baju koko dan celana panjang. Aksesoris seperti penutup kepala dan selendang turut dikenakan penari untuk melengkapi busana tarinya.[4][5]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.