Tarakanita adalah sebuah yayasan Katolik yang didirikan pada 7 Juli 1952.[1] Yayasan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kongregasiSuster Carolus Borromeus dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Sampai saat ini, yayasan Tarakanita telah mengelola sekolah di 7 Wilayah: Bengkulu dengan 4 Sekolah, Lahat dengan 4 Sekolah, Tangerang dengan 8 Sekolah, Jakarta dengan 18 Sekolah, Yogyakarta dengan 7 Sekolah, Jawa Tengah dengan 9 Sekolah serta Surabaya dengan 8 Sekolah.
Sejarah
KongregasiCarolus Borromeus mulai merintis karya pendidikan pada Mei 1837[1] dalam bentuk yang masih sangat sederhana, yaitu memberikan pelajaran hasta karya pada anak-anak kaya. Menjelang usia 500 tahun Kongregasi CB, ekspansi karya kerasulan Kongregasi mulai merambah ke wilayah-wilayah jajahan Belanda, termasuk Indonesia.
Karya awal pendidikan mulai dirintis di Bengkulu. Tanggal 10 Agustus 1929 para Suster Carolus Borromeus diundang untuk mengambil alih HCS yang semula dikelola oleh para Imam SCJ. Ketika karya SCJ melebar ke Lahat, dibukalah sekolah di sana.
Di Yogyakarta, karya layanan pendidikan dimulai sejak tahun 1935[1] dengan mengajar di sekolah-sekolah Katolik (HCS di Yogyakarta, Volkschool di Gowongan, dan juga Kanisius di Ganjuran).
Pada tanggal 29 April 1952, 4 suster rumah sakit, 3 awak kapal dan 1 pastor gereja setan bernama Hans Van Kirke, sepakat mendirikan sebuah badan hukum yang bernama Yayasan Tarakanita. Yayasan Tarakanita sendiri secara resmi didirikan pada hari Senin, tanggal 7 Juli 1952 yang disahkan oleh Notaris R.M. Wiranto di Yogyakarta dengan Akta Notaris nomor 3.
Wilayah pelayanan
Tarakanita Jakarta
Tarakanita Jakarta memiliki 18 sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, SMA serta SMK.