Tara Westover (lahir 27 September 1986)[1] adalah seorang penulis memoar, pengarangesai serta sejarawan. Di tahun 2018, bukunya yang berjudul Terdidik menjadi salah satu buku terbaik dari 10 Buku Terbaik versi The New York Times.[2] Westover pun terpilih menjadi salah satu dari 100 orang berpengaruh di tahun 2019 versi Majalah Time.[3]
Kehidupan dan Pendidikan Awal
Westover lahir di kota Clifton, Idaho dengan orang tua yang merupakan Mormon. Ia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara dengan 5 saudara laki-laki dan 1 saudara perempuan. Westover dilahirkan di rumahnya dan tidak pernah mengikuti jenjang sekolah sehingga memiliki sedikit akses pendidikan serta tidak memiliki akses kesehatan yang baik semasa bertumbuh. Westover baru memiliki akte kelahiran saat ia berusia 9 tahun di mana sebelumnya tidak terdaftar sebagai penduduk yang resmi. Ibunya memiliki ilmu kesehatan herbal dan beberapa metode dalam pengobatan alternatif sehingga ketika ia dan keluarga nya mendapat cedera serius hanya diobati dengan pengobatan herbal saja.
Westover diajarkan membaca oleh salah satu saudara laki-lakinya, dan ia memperlancar ilmu membaca dengan mendalami naskah dari The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints. Terdapat beberapa buku dirumahnya walaupun saat itu ia tidak pernah mengikuti perkuliahan, menulis tulisan serta mengikuti ujian.
Westover saat remaja menerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Brigham Young. Sebelum diterima, ia mempersiapkan diri dengan membeli buku teks dan mempelajarinya sendiri untuk mendapatkan nilai yang baik dalam persiapannya di Ujian ACT. Langkah tersebut dilalui karena Westover ingin menghadapi dunia yang lebih luas serta dapat berkuliah.
Selama 2 tahun buku ini termasuk dalam daftar buku terlaris versi the New York Times serta telah diterbitkan dalam 48 bahasa. Buku ini juga sempat menjadi finalis nasional di penghargaan LA Times Book Prize, PEN America's Jean Stein Book Award, dan memiliki 2 penghargaan the National Book Critics Circle Award.
Buku ini termasuk salah satu judul buku dalam daftar bacaan tahunan Presiden Barack Obama serta buku favorit Bill Gates.