Munisipalitas dan kota in Jalisco, 23x15px|border |alt=|link= Mexico{{SHORTDESC:Munisipalitas dan kota in Jalisco, 23x15px|border |alt=|link= Mexico|noreplace}}
Kata "Tapalpa" berasal dari kata bahasa Nahuatl "tlapalpan" yang berarti "tanah penuh warna."[2]
Wilayah ini dihuni oleh Suku Otomi sebelum kedatangan bangsa Spanyol.[3]
Pada tahun 1523, bangsa Spanyol yang dipimpin oleh Alonso de Ávalos Saavedra mencapai wilayah ini. Mereka bertemu dengan suku asli bernama Atlacco yang tidak melakukan perlawanan terhadap penjajah Spanyol. Pada tahun 1531, sekelompok biarawan Fransiskan mulai melakukan penginjilan kepada penduduk asli.[4]
Pada tahun 1825, Tapalpa sudah terdaftar sebagai sebuah kota dan pada tahun 1869 wilayah ini dinyatakan sebagai munisipalitas.[4]
Pabrik kertas pertama di Amerika Latin dibuka di Tapalpa pada tahun 1840.[5] Pabrik tersebut ditutup dan ditinggalkan pada tahun 1923 karena Revolusi Meksiko.[6] Saat ini, reruntuhan pabrik yang terbengkalai tersebut telah menjadi objek wisata.
Kota ini luluh lantak oleh serangan Kartel Jalisco Generasi Baru pada 22 Februari 2026 ketika pemimpin CJNG, Nemesio Oseguera Cervantes, tewas di tangan Tentara Meksiko sebagai hasil dari Operasi Jalisco 2026. Peristiwa ini memicu CJNG untuk menyerang kota tersebut dan menyebarkan kekerasan ke seluruh negara bagian Jalisco sebagai bentuk balas dendam. Oseguera, yang juga dikenal sebagai "El Mencho," dikonfirmasi berada di Tapalpa saat ia tewas.[7]
Geografi
Pedesaan dengan hutan di Tapalpa
Tapalpa terletak di wilayah selatan negara bagian Jalisco. Munisipalitas ini mencakup area seluas 619,4km2.[4] Per tahun 2015, total populasi munisipalitas adalah 19.506 jiwa, di mana 5.566 di antaranya tinggal di kota Tapalpa.[3] Kota ini terletak di sepanjang Sierra Madre Occidental. Wilayahnya mencakup sekitar 17.735 hektar hutan yang sebagian besar terdiri dari pohon pinus, ek, dan abu.[3] Rusa, kelinci, dan ular adalah hewan yang umum ditemukan di daerah ini.
Tapalpa menerima rata-rata curah hujan sebesar 883,1 milimeter setiap tahunnya, sebagian besar terjadi antara bulan Juni dan Oktober.[4]
Dengan ketinggian 105 meter, Salto del Nogal adalah air terjun tertinggi di negara bagian Jalisco.[8] Air terjun ini terletak 10km dari kota Tapalpa.
Data iklim Tapalpa (normal 1991–2020, ekstrem 1923–sekarang)
Tapalpa dikenal dengan bangunan tradisionalnya yang memiliki fasad putih dan atap merah. Beberapa air mancur umum tradisional yang dahulu digunakan warga untuk mengambil air harian masih dilestarikan hingga saat ini.
Jalanan di Tapalpa
Kuil San Antonio dibangun pada tahun 1650 oleh para Fransiskan. Bangunan ini terkenal karena langit-langit berkubahnya yang besar. Sebuah legenda setempat menceritakan bahwa sekelompok bandit pernah mencoba merampok kuil tersebut namun dihentikan oleh seorang pria misterius berpakaian hitam. Konon, pria tersebut adalah Santo Antonius dari Padua, santo pelindung kuil tersebut.[11]
Karena kerusakan pada Kuil San Antonio, pembangunan gereja lain menjadi sebuah keperluan. Pembangunan Gereja Nuestra Señora de Guadalupe dimulai pada tahun 1950. Pembangunan gereja baru ini didanai oleh kontribusi dari penduduk setempat. Gereja ini dibangun hampir seluruhnya menggunakan bata merah.
Pada tahun 2001, Sekretariat Pariwisata Meksiko meluncurkan Programa Pueblos Mágicos untuk mengakui kota-kota di seluruh negeri yang memiliki kepentingan budaya dan sejarah yang menonjol. Tapalpa resmi terdaftar sebagai Pueblo Mágico pada tahun 2002.
Daerah ini merupakan destinasi akhir pekan yang populer bagi penduduk Guadalajara dan sekitarnya. Tersedia kabin-kabin pedesaan yang dapat disewa untuk bermalam. Terdapat banyak restoran luar ruangan yang menyajikan hidangan daging panggang berkualitas tinggi.
Las Piedrotas
Valle de los Enigmas, yang juga dikenal sebagai Las Piedrotas (bahasa Spanyol untuk "Batu-batu Besar"), adalah destinasi pendakian populer di Tapalpa. Tempat ini terkenal dengan monolit alami besarnya dan terletak 4km di sebelah utara kota. Aktivitas populer lainnya di sini meliputi zip-lining dan berkuda.
Tokoh terkemuka
Atala Apodaca (1884–1977), guru, penulis, dan feminis.
Cipriano Campos Alatorre[17] (1906–1934), guru dan novelis.