Tanjung Jumlai, juga dikenal sebagai Pantai Tanjung Jumlai, adalah kawasan wisata pantai yang terletak di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kawasan ini tercatat dalam data pariwisata daerah sebagai objek wisata pantai dengan nama Pantai Tanjung Jumlai, yang mencakup beberapa titik pantai seperti Pantai Saloloang, Tanjung Tengah, dan Pantai Pejala.[1]
Dalam Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional, Pantai Tanjung Jumlai dicatat berada di Jalan Bali, Salo Loang, Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Objek wisata ini dikategorikan sebagai kegiatan wisata alam, terutama wisata pantai dan aktivitas wisata air.[2]
Nama
Nama lama halaman ini adalah Pantai Jumlai. Namun, sejumlah sumber resmi menggunakan penyebutan Pantai Tanjung Jumlai atau Kawasan Wisata Bahari Pantai Tanjung Jumlai. Karena itu, judul Tanjung Jumlai dapat digunakan sebagai nama utama yang lebih ringkas, sementara istilah Pantai Tanjung Jumlai tetap dicantumkan sebagai nama lain atau nama objek wisata yang digunakan dalam dokumen pariwisata.[1][2]
Lokasi
Tanjung Jumlai berada di wilayah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Data pariwisata Kalimantan Timur mencatat alamat objek wisata ini di Jalan Bali, Saloloang, Kecamatan Penajam.[1] Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara juga menyebut Pantai Tanjung Jumlai berada di Kelurahan Saloloang dalam kegiatan peninjauan lokasi dan penanganan sampah di kawasan tersebut.[3]
Kawasan wisata bahari Tanjung Jumlai tidak hanya merujuk pada satu titik pantai, tetapi juga berkaitan dengan beberapa objek wisata pesisir di sekitarnya. Data Satu Data Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat Pantai Pejala, Pantai Saloloang, Pantai Corong, dan Ekowisata Hutan Mangrove Kampung Baru sebagai bagian dari Kawasan Wisata Bahari Pantai Tanjung Jumlai.[4]
Pariwisata
Tanjung Jumlai merupakan salah satu destinasi wisata bahari di Kabupaten Penajam Paser Utara. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memasukkan Pantai Tanjung Jumlai dalam daftar rekomendasi destinasi wisata di Kalimantan Timur, dengan aktivitas seperti bersantai, bermain air, berjemur, dan menikmati pemandangan matahari terbenam.[5]
Kawasan ini juga berhubungan dengan kegiatan wisata berbasis masyarakat. Pada 2025, pemerintah daerah menyerahkan sarana penunjang wisata kepada kelompok sadar wisata, termasuk Pokdarwis Tanjung Jumlai di Kelurahan Saloloang. Bantuan tersebut disebutkan sebagai bagian dari penguatan sarana dan prasarana pariwisata berbasis masyarakat di kawasan Pantai Tanjung Jumlai.[6]
Pengelolaan lingkungan
Sebagai kawasan wisata pesisir, Tanjung Jumlai menghadapi persoalan pengelolaan kebersihan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara pernah melakukan peninjauan di Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, untuk melihat kondisi tumpukan sampah. Dalam peninjauan tersebut, dinas menyimpulkan perlunya rapat bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kelurahan Saloloang, kelompok sadar wisata, pemilik lahan, pengelola kawasan, dan pedagang untuk membahas penanganan sampah di kawasan pantai.[3]