Untuk kegunaan lain terkait tempat dengan nama sama, lihat Tanah Merah.
Ibu kota kabupaten in Papua Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Papua Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Wilayah yang mencakup Tanah Merah yakni kampung Persatuan dan Sokanggo, yang terletak di DistrikMandobo. Jumlah penduduk sekitar 19.136 jiwa, dengan luas wilayah 1.301,97km², dengan kepadatan 15 jiwa/km².[1]
Sejarah
Tanah Merah
Tanah Merah di Boven Digoel, Papua Selatan.
Kota ini merupakan koloni untuk orang hukuman pemerintah Belanda selama periode ketika Indonesia adalah koloni Belanda.[4] Di bawah Indische Staatsregeling Pasal # 37 "orang-orang yang dipertimbangkan oleh Pemerintah dapat mengganggu atau mengusik ketenteraman masyarakat dan ketertiban akan tanpa ada proses hukum diasingkan selama periode tidak tertentu ke tempat yang secara khusus ditunjuk" dikirim ke Tanahmerah.[4]Dr Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama Republik Indonesia, menggambarkan tahanan politik yang diasingkan sebagai dalam "penderitaan spiritual yang mendalam" dan "rusak semangatnya secara permanen".[5]
Pada tahun 1942, Pemerintah Hindia Belanda di Pengasingan (di Australia), takut tentara partisan, yang akan mengurangi reimposisi pascaperang pemerintahan kolonial Belanda di Hindia Belanda, mengatur agar para tahanan dibawa ke Australia, harus ditahan sebagai tawanan perang.[3] Hal ini tidak sesuai sepenuhnya dengan negara tuan rumah, dan pada tanggal 7 Desember 1943, para tahanan Tanah Merah dibebaskan dari kamp-kamp penjara di Australia.[3]
Lockwood (1975) menganggap evakuasi para tahanan ke Australia ini (dan kebebasan mereka selanjutnya di Australia) menjadi katalis penting dalam adanya boikot terhadap pengiriman kapal Belanda (Armada Hitam) pada akhir Perang Dunia kedua, dan berikutnya dalam pembentukan Republik Indonesia.)[3] Ada bandara "Tanah Merah Airport" (ICAO:WAKT).
Demografi
Kecamatan Mandobo memiliki keberagaman Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat (SARA). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Boven Digoel tahun 2020 mencatat data keberagaman keagamaan di kecamatan Mandobo. Adapun persentasi data keagamaan di Mandobo, yakni pemeluk agama Kekristenan sebanyak 73,69%, di mana Katolik 47,77% dan Protestan 25,92%. Kemudian Islam 25,92%, pemeluk agama Hindu 0,23% dan Agama Buddha 0,16%.[2]
1234Lockwood, R. (1975) Black Armada & the Struggle for Indonesian Independence, 1942-49. Australasian Book Society Ltd., Sydney, Australia. ISBN909916683pemanggilan templat memerlukan parameter template_name