Tame Impala awalnya merupakan sebuah proyek rekaman rumahan saat dibentuk pertama kali pada 2007. Setelah mengeluarkan beragam album mini dan singel, album perdana mereka, Innerspeaker, diluncurkan pada tahun 2010. Album kedua mereka, Lonerism, diluncurkan pada tahun 2012, dengan meraih penghargaan penjualan platinum di Australia sekaligus masuk ke dalam nominasi Album Musik Alternatif Terbaik pada ajang Penghargaan Grammy ke-56 tahun 2014. Album ketiga mereka, Currents, diluncurkan pada bulan Juli 2015.[6]
Gaya musik
Gaya musik Tame Impala kerap digambarkan sebagai bentuk modern dari psychedelicrock, dengan nuansa yang kaya akan lapisan suara dan atmosfer yang imersif. Kevin Parker, sebagai penulis lagu, produser, sekaligus otak kreatif di balik proyek ini, banyak memanfaatkan synthesizer, efek reverb, serta teknik rekaman bertumpuk yang menciptakan kesan ruang bunyi luas dan halusinatif. Sejak awal kariernya, Tame Impala menampilkan estetika sonik yang terinspirasi dari musik psikedelia akhir 1960-an dan awal 1970-an, tetapi Parker secara konsisten menggabungkannya dengan sentuhan kontemporer.
Perubahan gaya semakin terasa pada album Currents (2015), ketika elemen musikelektronik dan popeksperimental lebih dominan, menghadirkan irama yang lebih meriah dan melodi yang lebih mudah diakses tanpa meninggalkan keaslian psikedelia. Kritik musik juga menyoroti adanya pengaruh dari genre seperti shoegaze melalui tekstur gitar fuzzy dan vokal etereal dan juga pendekatan lo-fi yang menghadirkan ciri khas dalam produksi awalnya.
Keunikan Tame Impala terletak pada kemampuannya untuk menjembatani nuansa retro dengan produksi modern: musiknya terdengar sekaligus nostalgis dan futuristik. Parker sendiri pernah mengakui bahwa selain terinspirasi dari band-band psikedelik klasik, ia juga banyak dipengaruhi oleh musik pop arus utama, menjadikan karya Tame Impala memiliki daya tarik lintas genre.[7][8][9]