Tempat ini merupakan tempat pemancangan tiang Kota Palangka Raya oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957, yang merupakan penanda dimulainya pembangunan Kota Palangka Raya yang saat itu digadang-gadang sebagai Ibu Kota Negara Indonesia pengganti Jakarta.[1]
Arsitektur
Patung Soekarno
Tugu Soekarno memiliki tiang pancang sebanyak 17 buah yang melambangkan hikmah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Tiang-tiang ini memiiki bentuk segi lima yang melambangkan Pancasila. Selain itu, tugu ini memiliki ornamen api yang melambangkan semangat kemerdekaan dan membangun.[2]
Dulunya, tugu ini hanya berbentuk tiang yang berasal dari kayu ulin. Saat ini, tug ini dilengkapi dengan taman dengan tanaman bunga dan pohon-pohon rindang serta bangku-bangku taman. Selain itu, tugu ini juga dihiasi relief terkait sejarah peletakan batu pertama pembangunan kota. Taman ini juga dibangun patung Soekarno yang berdiri kokoh dengan tangan menunjuk kearah tugu, memiliki makna bahwa tugu tersebut menunjukan arah yang jelas menuju Jakarta.[3]
Aktivitas
Tugu Soekarno menjadi tempat berkumpul anak muda Palangkaraya untuk mengadakan event dan unjuk prestasi dalam berbagai bidang.[1] Tugu ini juga menjadi wadah edukasi sejarah, khususnya mengenai pendirian Kota Palangka Raya.[4]
Masyarakat sering mengujungi taman ini pada sore hari sambil melihat matahari terbenam dari belakang Jembatan Kahayan. Selain di sore hari, pengunjung sering mendatangi taman ini pada malam hari sambil menikmati indahnya Sungai Kahayan yang dihiasi lampu warna-warni.[1]