Anonim yang menempatkan tag ini pada artikel tidak dapat menyelesaikan nominasi penghapusan dan harus meninggalkan alasan yang terperinci berkaitan penghapusan tersebut pada Pembicaraan:Taman Sains Indonesia dan buat kiriman baru pada Pembicaraan Wikipedia:Usulan penghapusan yang meminta agar ada orang yang bersedia menyelesaikan proses tersebut. Jika nominasi tersebut tak sempurna dan tak ada pesan yang ada di halaman pembicaraan, tag ini boleh dihilangkan.
Taman Sains Indonesia (TSI) adalah sebuah inisiatif pendidikan dan literasi ilmiah yang berupaya menjembatani dunia akademik dengan masyarakat luas melalui kegiatan riset, edukasi, dan diseminasi ilmu pengetahuan.[1] Gagasan ini didirikan oleh tiga akademisi muda, yakni Lalu Nurcholis Husnu, Nursitti Khadijah, dan Dicky Wahyudi, dengan tujuan untuk membumikan ilmu pengetahuan agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.[2] Inisiatif ini bermula di Malang, Jawa Timur, dengan semangat “Teman Berpikir dan Teman Bertumbuh.”
Latar Belakang dan Sejarah
Taman Sains Indonesia hadir sebagai respons atas keprihatinan para pendirinya terhadap rendahnya kemampuan mahasiswa dan masyarakat dalam memahami serta memanfaatkan ilmu pengetahuan secara praktis. Selain itu, banyak hasil penelitian akademik di lingkungan kampus yang dinilai kurang termanfaatkan secara nyata oleh publik.[2]
Melalui inisiatif ini, para pendiri berupaya menghidupkan kembali semangat ilmiah dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan bagi berbagai kalangan, sekaligus mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan publik dalam pengembangan literasi ilmiah. Pendiri Taman Sains, Lalu Nurcholis Husnu, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan membumikan ilmu pengetahuan agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan dan Program
Taman Sains Indonesia menjalankan kegiatannya melalui tiga pilar utama: literasi ilmiah, bimbingan riset, dan pelatihan pendidikan formal.[2]
Literasi Ilmiah
Tim Taman Sains menyajikan hasil riset dan teori akademik dalam bentuk artikel populer melalui portal tamansains.com. Topik yang dibahas beragam, meliputi pendidikan, sosial, budaya, dan teknologi.
Bimbingan Riset Profesional
Melalui tamansains.id, Taman Sains menyediakan layanan pendampingan riset bagi mahasiswa jenjang S1 hingga S3. Bimbingan ini mencakup seluruh tahapan penyusunan karya ilmiah, mulai dari penyusunan proposal hingga laporan akhir, yang dilakukan secara daring maupun luring.
Dalam pelaksanaannya, lembaga ini menerapkan model pendampingan etis berbasis asistensi dua arah dan secara publik menyatakan penolakan terhadap praktik joki akademik (contract cheating).[3] Model pedagogi ini dirancang dengan tujuan untuk memberdayakan kemandirian riset mahasiswa sekaligus menjaga integritas keilmuan di perguruan tinggi.[4]
Taman Sains Academy
Selain platform digital, Taman Sains juga mendirikan pusat pelatihan fisik, salah satunya Taman Sains Academy di Desa Bagu, Lombok. Akademi ini menawarkan program kursus Bahasa Inggris serta program persiapan masuk perguruan tinggi bagi siswa SMA di wilayah tersebut. Lembaga ini juga aktif mengedukasi publik melalui berbagai platform media sosial digital, seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook.[2]