Didirikan pada tanggal 11 Desember 1967 untuk memperingati perayaan seratus tahun naik takhta Kaisar Meiji.[3] Dengan luas hanya 9,6km2, taman nasional ini merupakan salah satu taman nasional terkecil di Jepang.[4]
Ikhtisar
Taman ini dikategorikan sebagai taman quasi-nasional, merupakan kawasan konservasi dengan lanskap alam yang menakjubkan, terletak di bagian utara wilayah pegunungan Kota Mino, Prefektur Osaka. Kawasan ini mencakup jajaran pegunungan dengan ketinggian antara 100 hingga 600 meter, serta ngarai panjang yang membelah hutan dan mengalir dari Air Terjun Mino—air terjun ikonik dengan lebar sekitar 5 meter dan ketinggian mencapai 33 meter. Ekosistem taman ini menjadi habitat bagi sekitar 980 spesies tumbuhan dan lebih dari 3.000 spesies serangga, menjadikannya salah satu pusat keanekaragaman hayati penting di wilayah Kansai.[5]
Taman ini juga berfungsi sebagai titik awal bagian barat dari Jalur Alam Tokai, sebuah rute pendakian lintas regional yang menghubungkan berbagai lanskap alam dan budaya Jepang. Sepanjang tahun, pengunjung dapat menyaksikan dinamika perubahan musim yang khas, mulai dari mekarnya bunga sakura di musim semi, fenomena pepohonan berselimut es di musim dingin, hingga warna-warni dedaunan musim gugur yang memukau.[5]
Secara historis, Pegunungan Mino memiliki nilai spiritual yang tinggi sebagai situs suci dalam tradisi Buddhisme Pegunungan (Shugendo). Di kawasan ini berdiri Kuil Ryuanji—juga dikenal sebagai Kuil Mino—yang diyakini sebagai pusat pelatihan spiritual yang didirikan oleh En-no-gyoja, tokoh legendaris pendiri aliran Shugendo.
Taman yang terletak di Gunung Minō di Prefektur Ōsaka. Lahannya meliputi 963 ha lereng gunung yang lebih rendah dan hutan, serta berada di ketinggian yang relatif rendah, yaitu 100 m hingga 600 m. Daya tarik utama taman ini adalah Air Terjun Minō, sebuah air terjun yang dinamai demikian karena konon bentuknya menyerupai seorang petani yang sedang menampi biji-bijian dengan keranjang penampi, yang disebut mi (箕) dalam bahasa Jepang.
Secara geologis, batuan sedimen dari Era Mesozoikum mendominasi geologi lokasi tersebut, dengan singkapan granit dan diorit yang sesekali muncul. Makam Kaijyo, biksu pendiri Kuil Katsuō-ji yang dibangun pada tahun 765, terletak di dalam taman.