Taman Nasional Hallasan (Hangul:한라산국립공원code: ko is deprecated ;Hanja:漢拏山國立公園code: ko is deprecated ) terletak di dan sekitar gunung Hallasan di Provinsi Jeju, Korea Selatan. Taman ini ditetapkan sebagai taman nasional ke-9 pada tahun 1970..
Taman ini dikelola oleh Provinsi Pemerintahan Mandiri Khusus Jeju. Ini adalah satu-satunya dari 22 taman nasional yang tidak dikelola oleh Dinas Taman Nasional Korea.[3]
Jalur
Hallasan memiliki 7 jalur: Jalur Eorimok (6,8km), Jalur Yeongsil (5,8km), Jalur Seongpanak (9,6km), Jalur Seokgulam (1,5km), Jalur Gwaneumsa (8,7km), Jalur Donnaeko (7km), dan Jalur Eoseungsaengak (1,3km). Jalur terpanjang adalah Jalur Seongpanak yang memakan waktu sekitar 4,5 jam.[4]
Jalur Eorimok (어리목 탐방로code: ko is deprecated ; 6.8km): Jalur Eorimok Dimulai dari Pusat Pengunjung Taman Nasional Hallasan (ketinggian 970 m) dan berakhir di persimpangan tebing Selatan (ketinggian 1.600 m). Dibutuhkan sekitar 3 jam untuk sekali jalan.
Jaur Yeongsil (영실 탐방로code: ko is deprecated ; 5.8km): Jalur Yeongsill dimulai dari Kantor Manajemen Yeongsil (ketinggian 1.000 m) hingga persimpangan tebing Selatan. Dibutuhkan sekitar 3 jam 15 menit untuk sekali jalan.
Jalur Seongpanak (성판악 탐방로code: ko is deprecated ; 9.6km): Jalur Seongpanak dimulai dari pusat pengunjung hingga Puncak Danau Hallasan Baengnokdam. Dibutuhkan sekitar 4,5 jam untuk sekali jalan.
Jaur Seokgulam (석굴암 탐방로code: ko is deprecated ; 1.5km)
Jalur Gwaneumsa (관음사 탐방로code: ko is deprecated ; 8.7km): Jalur Gwaneumsa dimulai dari Perkemahan Gwaneumsa hingga Puncak Danau Hallasan Baengnokdam. Dibutuhkan waktu 5 jam untuk sekali jalan.
Jalur Donnaeko (돈내코 탐방로code: ko is deprecated ; 7km): Jalur Donnaeko dimulai dari Pusat Pengunjung (ketinggian 500m) hingga South Cliff Junction. Dibutuhkan waktu 3,5 jam untuk sekali jalan.
Jaur Eoseungsaengak (어승생악 탐방로code: ko is deprecated ; 1.3km): Jalur Eoseungsaengak dimulai dari Pusat Pengunjung Taman Nasional Hallasan hingga Puncak Eoseungsaeng-oreum. Dibutuhkan waktu 30 menit untuk sekali jalan.
Topografi
Hallasan mencakup 153.112km2 Pulau Jeju. Ketinggiannya 1,950 m diatas permukaan laut, yang berarti merupakan gunung tertinggi di Korea Selatan. Gunung ini terbentuk pada era Kenozoikum keempat akibat letusan gunung berapi.[5] Sebagian besar terdiri dari basal. Membentang ke timur dan barat, serta pendakiannya tinggi dan bertahap. Sebaliknya, bagian selatan gunung terjal. Di puncaknya, terdapat danau kawah yang disebut “Baekrokdam.”[6]
Karena gunung ini memiliki ketinggian yang tinggi, terdapat sejumlah tumbuhan dan hewan pegunungan. 1.800 jenis tumbuhan, termasuk 400 jenis tumbuhan spesimen dan 50 jenis tumbuhan khusus, ada di Hallasan.[7] Pulau Jeju ditetapkan sebagai Cagar Biosfer pada tahun 2002 dan Taman Nasional Hallasan adalah salah satu kawasan Biosfer Jeju.[8]