Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal adalah taman makam pahlawan di Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini berisi makam personel militer dan orang-orang yang dianggap pahlawan oleh pemerintah Indonesia, termasuk Pahlawan NasionalAlbertus Soegijapranata. Pada tahun 2011, TMP ini memiliki 1.843 makam.
Deskripsi
Giri Tunggal berdiri di atas lahan seluas 364 hektare (900 ekar). Kompleks ini mencakup makam, monumen, dinding yang menamai setiap makam, dan taman.[1]
Sejarah
Pemakaman di tempat yang sekarang dikenal dengan nama Giri Tunggal dimulai pada tahun 1945. Pemakaman ini diresmikan dengan nama Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal pada tanggal 10 November 1955, yang merupakan Hari Pahlawan di Indonesia. Pemakaman ini dihadiri oleh pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, tentara, dan keluarga yang dimakamkan. Acara ini dibuka pada pukul 08.00 waktu setempat (UTC+7) dengan pembacaan keputusan PresidenSoekarno, dan ditutup dengan penampilan lagu “Gugur Bunga” karya Ismail Marzuki.[2]
Setelah wafat, Uskup Agung Semarang dan Pahlawan Nasional IndonesiaAlbertus Soegijapranata diterbangkan dari Steyl, Belanda, dan dimakamkan dalam sebuah upacara militer di Giri Tunggal pada tanggal 30 Juli 1963.[3] Makamnya terus menjadi tujuan ziarah, dan umat Katolik Indonesia mengadakan misa di dekat makamnya pada acara-acara khusus.[4][5] Pada tahun 1979, pemakaman ini hanya dijaga oleh dua orang, satu orang pada shift pagi dan satu orang pada shift malam.[6]
↑Yahya, Yunus (2002). Peranakan idealis: dari Lie Eng Hok sampai Teguh Karya (Edisi Cet. 1). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm.3–7. ISBN978-9799023841.
Artikel bertopik tempat pemakaman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.