Stasiun Sala Daeng (BTS) Stasiun Silom & Lumphini (MRT) Bus BMTA Taksi dan ojek
Aula LumphiniPepohonan di Taman Lumphini di malam hariPemandangan ke arah Silom-SathornPemandangan ke arah Ratchadamri-Ratchaphrasong
Taman Lumphini (bahasa Thai:สวนลุมพินีcode: th is deprecated , RTGS: Suan Lumphini, Pengucapan Thai:[sǔan lūm.pʰī.nīː]), juga dikenal sebagai Lumpini atau Lumpinee, adalah sebuah taman seluas 360 rai (57,6-hektare (142-ekar)) di Bangkok, Thailand. Di taman ini terdapat area pepohonan, taman bermain, serta danau buatan. Jalur di sekitar taman dengan total panjang sekitar 2,5km merupakan area populer untuk berolahraga lari di pagi dan sore hari. Taman Lumphini dianggap sebagai taman umum pertama di Bangkok dan Thailand.[1][2]
Jalan Witthayu, Rama IV, dan Ratchadamri masing-masing merupakan batas timur, selatan, dan barat Taman Lumphini. Simpang Witthayu, di mana Jalan Witthayu dan Rama IV bertemu, dilayani oleh Stasiun Lumphini di Jalur Biru MRT. Sala Daeng, persimpangan tempat Jalan Ratchadamri, Rama IV, dan Si Lom bertemu, dilayani oleh Stasiun Si Lom di Jalur Biru MRT dan Stasiun Sala Daeng di Jalur SilomBTS. Tempat-tempat lain di sekitar Simpang Sala Daeng adalah Dusit Central Park (lokasi bekas Hotel Dusit Thani), Rumah Sakit King Chulalongkorn Memorial, dan Silom Edge.
Sejarah
Patung Rama VI di gerbang masuk Taman Lumphini
Lahan seluas 360 rai (sekitar 57 hektar), yang sebelumnya dikenal sebagai Thung Sala Daeng, merupakan properti pribadi Raja Rama VI. Pada tahun 1925, beliau menyumbangkan tanah tersebut kepada negara untuk digunakan sebagai tempat pameran. Pameran Perdagangan Siamrat Phiphitthaphan digelar di sini untuk mempromosikan komoditas dan produk industri Thailand kepada rakyat Thailand maupun orang asing. Setelah pameran selesai, raja berwasiat untuk mengubah tanah tersebut menjadi taman umum yang diberi nama Lumphini, sesuai tempat kelahiran Sang Buddha di Nepal. Ketika pembangunannya masih berlangsung, baginda wafat, tetapi konstruksi tetap dilanjutkan hingga rampung. Semasa Perang Dunia II, taman ini difungsikan sebagai kamp Tentara Jepang. Di pintu masuk di depan taman, monumen raja dibangun untuk mengenangnya. Di dalam taman, terdapat menara jam bergaya Tionghoa yang dibangun pada tahun 1925, perpustakaan umum pertama di negara ini, akuarium publik, taman bermain anak-anak, lapangan olahraga, dan kolam renang besar.[3][1]
Sekarang, Taman Lumphini terletak di jantung distrik bisnis utama dan berada di Subdistrik Lumphini, di sisi utara Jalan Rama IV, antara Jalan Ratchadamri dan Jalan Witthayu.[4]
Taman ini juga terhubung dengan Taman Benjakitti di Distrik Khlong Toei melalui jalur pejalan kaki dan sepeda sepanjang 1,3 km yang dimulai di Simpang Sarasin, tempat Jalan Witthayu bertemu dengan Jalan Sarasin.[5]
Pada bulan Agustus 2025, Pemerintah Kota Bangkok mengumumkan bahwa Pujasera Taman Lumpini akan dibuka di Jalan Ratchadamri pada awal tahun 2026.[6]
Taman ini merupakan rumah bagi sekitar 400 ekor biawak air. Pada tahun 2016, sebuah program penangkapan dan relokasi biawak dilakukan untuk mengendalikan jumlah mereka.[8]