Taman Ganesha adalah sebuah taman kota, ruang terbuka hijau, dan kawasan wahana konservasi yang terletak di bilangan Jalan Ganesha, Kota Bandung, Jawa Barat [1]. Taman yang memiliki vegetasi rindang ini berfungsi sebagai ruang publik, oase kota, sekaligus pusat interaksi sosial publik [1]. Secara geografis, letak Taman Ganesha sangat strategis karena berada tepat di sebelah selatan kawasan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), berdempetan dengan kompleks Masjid Salman ITB, serta berdekatan dengan Kebun Binatang Bandung [1][2]. Sebelum dikenal dengan namanya yang sekarang, taman ini memiliki sejarah panjang yang membentang sejak masa kolonial Hindia Belanda [1].
Sejarah
Pembangunan Taman Ganesha memiliki keterikatan historis yang kuat dengan sejarah berdirinya De Techniche Hoogeschool te Bandung (THS, sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung) [1][2]. Pada awal abad ke-20, pesatnya perkembangan infrastruktur di Hindia Belanda memicu tingginya kebutuhan akan tenaga ahli teknik dan arsitektur [2]. Selama periode tersebut, kebutuhan tenaga ahli dipenuhi melalui impor lulusan sekolah tinggi politeknik Delft di Negeri Belanda [2]. Namun, para praktisi arsitek di Hindia Belanda menilai para lulusan Eropa tersebut kurang menguasai pengetahuan tata bangunan lokal dan kondisi iklim tropis [2].
Menanggapi kebutuhan tersebut, kalangan swasta yang bergerak di bidang perdagangan, industri, transportasi, dan kebudayaan berinisiatif mendirikan sebuah lembaga pendidikan teknik di Nusantara [2]. Kelompok ini kemudian membentuk sebuah perkumpulan bernama Koninklijk Instituut voor Hooger Technisch Onderwijs in Nederlands-Indiƫ (Lembaga Kerajaan untuk Perguruan Tinggi Teknik di Hindia Belanda) yang diketuai oleh Dr. Ir. Jan Willem Ijzerman [2]. Hingga awal tahun 1919, lembaga ini berhasil mengumpulkan dana swadaya sebesar tiga juta gulden untuk merealisasikan pembangunan kampus THS [2].
Taman ini dibangun sepaket dengan kompleks kampus THS pada sekitar tahun 1919 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda [2]. Penamaan awal taman ini, yaitu Ijzermanpark (atau Yzerman Park), sengaja ditujukan sebagai bentuk penghormatan (tribute) atas jasa J.W. Ijzerman, yang selain memimpin penggalangan dana THS juga merupakan pejabat tinggi di jawatan kereta api negara (Staatsspoorwegen) sekaligus arsitek terkemuka yang merancang Gedung Stasiun Kereta Api Bandung [1].
Sebagai bentuk apresiasi fisik, sebuah patung dada Dr. Ir. J.W. Ijzerman pernah ditempatkan di pintu masuk utara taman, tepat pada titik yang saat ini dihuni oleh monumen modern berbentuk tiga buah rangka kubus [1][2]. Pada dekade 1950-an, patung dada kolonial tersebut dipindahkan untuk disimpan di Gedung Rektorat ITB dan posisinya di taman digantikan oleh patung Ganesha [1][2]. Jika dilihat dari lanskap atas, tata ruang Taman Ganesha dirancang membentuk huruf "Y" sebagai simbol inisial dari nama Yzerman [1].