Talus (lat. thalus) atau lumut kerak dipakai untuk menyatakan jaringan yang tidak berdiferensiasi (masih belum bisa dibedakan bagian-bagiannya) yang membentuk tubuh sekelompok vegetasi tingkat rendah.[1] Istilah Thallophyta (tumbuhan bertalus) sebelumnya dipakai untuk menggolongkan alga (ganggang), fungi (umum biasa menyebutnya jamur), dan lumut kerak sebagai satu divisio tersendiri karena mereka pernah dianggap sebagai tumbuhan yang tersusun dari talus.
Perkembangan ilmu dalam taksonomi sekarang telah membuat pengelompokan ini tidak layak lagi karena dianggap polifiletik sebab tidak memiliki leluhur bersama yang tunggal, dan sekarang disepakati sepenuhnya bahwa fungi sama sekali bukan tumbuhan. Meski demikian, terdapat juga beberapa kelompok organisme diluar Thallophyta usang yang juga memiliki talus, yaitu lumut hati dan Myxogastria.
Meskipun talus adalah sebagian besar tidak dibedakan dari segi anatominya, bisa ada perbedaan terlihat dan perbedaan fungsional. Sebuah Rumput laut misalnya, mungkin memiliki talus yang dibagi menjadi tiga wilayah. Bagian-bagian dari talus rumput laut termasuk holdfast (jangkar), stipe (tangkai) dan blade (helaian, untuk fotosintesis).
Talus pada jamur biasanya disebut miselium.[2] Istilah Talus ini juga sering digunakan untuk merujuk pada vegetatif tubuh sebuah lichen. Pada rumput laut, talus kadang-kadang juga disebut ental. Talus merupakan istilah yang dipakai untuk dilawankan dengan kormus.