Tajinan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Tajinan diapit oleh pusat-pusat ekonomi Malang seperti Kota Malang di utara, Bululawang di selatan, dan Tumpang di timur laut. Desa Tajinan yang terdapat Pasar Tajinan merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi dari kecamatan ini.[1] Tajinan memiliki beberapa obyek wisata populer seperti Sumber Jenon yang terkenal dengan airnya yang berwarna biru kehijauan.[2] Selain itu, juga ada Situs Patirtaan Ngawonggo dari zaman Mpu Sindok yang kemudian oleh warga diubah menjadi Tomboan Ngawonggo, yaitu tempat wisata dengan suasana sejuk dan menghadirkan budaya dan kuliner tradisional.[3][4] Kelurahan Arjowinangun dan Tlogowaru di Kota Malang dulunya merupakan desa di Tajinan yang kemudian menjadi bagian dari kota pada tahun 1987.[5]
Geografi
Peta administrasi dan lokasi Tajinan
Tajinan adalah kecamatan yang terletak di selatan Kota Malang. Desa paling barat dari Tajinan adalah Desa Tambakasri yang berbatasan dengan Sungai Brantas dan terdapat jembatan menuju Pakisaji. Sebagian besar wilayah Tajinan merupakan dataran rendah dengan lahan yang didominasi persawahan dan perkebunan tebu. Di timur laut Tajinan terdapat bukit kecil bernama Gunung Ronggo.
Batas wilayah Kecamatan Tajinan adalah sebagai berikut:[6]
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 Tahun 1987, Desa Arjowinangun dan Tlogowaru menjadi bagian dari Kota Malang. Hal ini disebabkan adanya kebijakan perluasan kota di tahun 1987 yang mengambil desa-desa di Kabupaten Malang. Desa Arjowinangun dan Tlogowaru kemudian berubah menjadi kelurahan, sedangkan kecamatan di Kota Malang ditata ulang sehingga kedua kelurahan baru tersebut menjadi bagian dari Kecamatan Kedungkandang.[5]