Pengamatan pertama oleh orang Eropa tercatat dilakukan oleh ekspedisi Spanyol yang dipimpin Álvaro de Mandaña pada 22 Juli 1595. Mereka memetakan pulau ini dengan nama Santa Cristina dan mendarat di Vaitahu, yang mereka beri nama Madre de Dios (Ibu Allah dalam bahasa Spanyol). Menurut catatan Spanyol, Tahuata memiliki unggas, ikan, tebu, pisang raja, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Permukiman yang ada dibangun di dua sisi sebuah ruang berbentuk persegi panjang, dengan rumah-rumah terbuat dari kayu dan anyaman rotan. Sebuah bangunan yang dianggap orang Spanyol sebagai bangunan keagamaan berdiri di luar kota, di area yang dikelilingi pagar palisade, dan di dalamnya terdapat beberapa patung kasar di mana mereka meletakkan persembahan dan persediaan. Penduduk memiliki perahu layar besar yang dibangun dengan baik. Alat-alat mereka terbuat dari cangkang dan tulang ikan, dan mereka menggunakan ketapel, batu, serta tombak sebagai senjata.[3][4]
Pulau Tahuata juga dikunjungi oleh Kapten James Cook pada tahun 1774,[5] yang mencatat dalam buku hariannya bahwa pulau yang disebut Santa Cristina oleh Mandaña dikenal dengan nama Ohitahoo.[6]
↑"Observations on HMS Resolution (RGO 14/59)". Cambridge University Digital Library. Cambridge, England: Cambridge University. 8 April 1774. hlm.306. Diakses tanggal 2 May 2018. Observations at the Island of Ohitahoo (Mendana's Santa Christina)