Tidak diketahuo,[1] kemungkinan berdarah Babel.[2]
Shamash-shum-ukin atau Shamashshumukin[3] (aksara paku Asyur Baru/Babel: Šamaš-šuma-ukin[4][5] atau Šamaš-šumu-ukīn,[6] artinya "Shamash telah menyandang nama"),[6] juga dikenal sebagai Saulmugina[7] dan Sarmuge,[8] adalah putra dari raja Asyur BaruEsarhaddon dan penerusnya sebagai raja Babel, yang memerintah Babel dari 668 SM sampai kematiannya pada 648 SM.
Karena merupakan putra sulung yang masih hidup dari Esarhaddon pada masa itu, Shamash-shum-ukin diangkat menjadi pewaris Babel pada 672 SM dan adiknya Ashurbanipal diangkat menjadi pewaris Asyur. Meskipun dokumen-dokumen dari Esarhaddon menyatakan bahwa dua kakak beradik tersebut memiliki kekuasaan yang sama, Shamash-shum-ukin hanya memerintah takhta Babel selama beberapa bulan usai Ashubanipal menjadi raja dan sepanjang masa pemerintahannya hanya dapat membuat keputusan dan perintah jika itu juga disetujui dan diverifikasikan oleh Ashurbanipal.
Johns, C. H. W. (1913). Ancient Babylonia. Cambridge University Press. hlm.124. Shamash-shum-ukin. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
MacGinnis, J. D. A. (1988). "Ctesias and the Fall of Nineveh". Illinois Classical Studies. 13 (1). University of Illinois Press: 37–42. hdl:2142/12326. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Mullo-Weir, Cecil J. (1929). "The Return of Marduk to Babylon with Shamashshumukin". Journal of the Royal Asiatic Society. 61 (3): 553–555. doi:10.1017/S0035869X00151561. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Radner, Karen (2003). "The Trials of Esarhaddon: The Conspiracy of 670 BC". ISIMU: Revista sobre Oriente Próximo y Egipto en la antigüedad. 6. Universidad Autónoma de Madrid: 165–183. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)