Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan[a] (bahasa Arab:صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزانcode: ar is deprecated ; lahir 28 September 1935) adalah seorang ulama Islam asal Arab Saudi yang menjabat sebagai mufti agung Arab Saudi keempat dan saat ini sejak 22 Oktober 2025.[1][2] Ia dianggap sebagai salah satu ulama paling senior dan berpengetahuan luas dalam gerakan Salafi.
Al-Fauzan juga merupakan anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi dan dewan fikih di Makkah yang berafiliasi dengan Liga Dunia Islam, anggota Komite Pengawas bagi para penceramah selama musim haji, serta anggota Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa di Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, ia juga berperan sebagai imam, khatib, dan pengajar di Masjid Pangeran Mutaib bin Abdulaziz Al Saud di ibu kota Kerajaan Arab Saudi, Riyadh. Ia turut serta menjawab pertanyaan dalam program radio Nūr ʿAlā ad-Darb dan secara rutin berkontribusi pada jurnal-jurnal ilmiah dalam bentuk penelitian, kajian, surat, dan fatwa.[3][4][5]
Biografi
Shalih al-Fauzan berasal dari keluarga (Alu) Fauzan dari suku Asy-Syamasiyah, yaitu penduduk yang menepati lembah Ad-Dawasir. Orang tuanya meninggal pada saat ia masih kecil sehingga kemudian dirawat oleh keluarganya. Ia kemudian belajar Al-Quran dan dasar-dasar membaca (qiraah) dan menulis (kitabah) kepada Hamud bin Sulaiman at-Tala’al, yaitu seorang Qari yang mutqin dan imam masjid di kotanya yang kemudian menjadi hakim di Kota Dar'iyyah di Provinsi Qasim.
Ia kemudian masuk ke sekolah negeri yang baru dibuka di Syamasiyah pada tahun 1369 H, kemudian menyelesaikan pendidikan dasarnya di Madrasah Faishaliyah di Buraidah pada tahun 1371 H. Disana ia ditetapkan sebagai pengajar di sekolah dasar tersebut. Setelahnya ia masuk ke Ma’had Al-‘Ilmi di Buraidah ketika baru dibuka pada tahun 1373 H, hingga lulus pada tahun 1377 H. Pada tahun yang sama, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh hingga lulus pada tahun 1381 H. Setelah itu melanjutkan kuliah hingga meraih gelar Magister dalam bidang fiqih, lalu juga gelar Doktoral pada universitas yang sama pada bidang fiqih.[6]
Karier
Setelah menyelesaikan program doktoralnya, ia diangkat sebagai pengajar di Ma'had Al-'Ilmī (Institut Ilmu Pengetahuan) di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh. Ia kemudian dipindahkan untuk mengajar di Kullīyat Asy-Syarī'ah (Fakultas Syariah), lalu mengajar di program pascasarjana di Kullīyat Uṣūlddīn (Fakultas Dasar-Dasar Agama), lalu di Ma'had Al-'Ālī lil-Qaḍāʾ (Institut Tinggi Kehakiman) yang kemudian diangkat sebagai direkturnya. Setelah itu, ia menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung Arab Saudi sebelum akhirnya kembali mengajar setelah masa jabatannya berakhir.[3]
Pada tahun 2013, ia diangkat sebagai anggota Dewan Ulama Senior,[4] lembaga keagamaan tertinggi di Kerajaan Arab Saudi yang secara langsung memberikan nasihat kepada Raja Arab Saudi.[7] Ia juga saat ini menjadi anggota dewan fikih di Makkah Al-Mukarramah yang berafiliasi dengan Liga Dunia Islam, serta anggota Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa,[8] sebuah komite di bawah Dewan Ulama Senior. Dewan ini mengeluarkan keputusan (fatwa) dalam bidang fikih (hukum Islam) dan menyiapkan makalah penelitian untuk Dewan Ulama Senior.[9] Ia juga merupakan anggota Komite Pengawas bagi para penceramah selama musim haji.
Selain itu, ia menjabat sebagai imam, khatib, dan pengajar di Masjid Pangeran Mutaib bin Abdulaziz Al Saud di ibu kota Kerajaan Arab Saudi, Riyadh. Ia merupakan salah satu ulama utama dalam program radio Nūr 'Alā ad-Darb, yang digambarkan sebagai “salah satu program tertua dan paling terkenal yang disiarkan di saluran radio Al-Qur’an, di mana sejumlah ulama terkemuka menjawab pertanyaan dan memberikan fatwa.” Ia juga secara rutin berkontribusi pada jurnal-jurnal ilmiah dalam bentuk penelitian, kajian, surat, dan fatwa. Selain itu, ia membimbing banyak tesis ilmiah di tingkat magister dan doktoral, dan banyak penuntut ilmu yang menghadiri majelis serta pelajaran rutin darinya telah menimba ilmu langsung di bawah bimbingannya.[2]
Guru-guru dan murid-muridnya
DR. Shalih Fauzan telah mengambil ilmu dari banyak ulama (masyaikh) besar ahli fiqih, yang terkenal diantaranya:
Dia juga belajar pada beberapa ulama Al Azhar Mesir pada bidang hadits, tafsir dan bahasa arab.
Dia juga belajar pada sejumlah ulama dari Universitas Al-Azhar Mesir yang mumpuni dalam bidang hadist, tafsir, dan bahasa Arab.
Beliau mempunyai banyak murid dari berbagai penjuru dunia yang menimba ilmu pada pertemuan dan pelajaran tetapnya. Salah satunya berasal dari Indonesia yaitu, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal (lahir 24 Januari 1984) adalah seorang dai yang aktif dalam menulis dan mengajar dan saat ini menjadi Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul. Pesantren tersebut adalah tempat belajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan kajian keagamaan. Ia merupakan Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) Universitas Raja Saud, Riyadh, Arab Saudi, serta S-3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
Shalih Fauzan telah memiliki andil yang banyak dalam penerbitan riset-riset penelitian Islam dan sebagian telah dibukukan. Dia mengarang dalam jumlah besar yang diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, di antara karya tulisnya adalah:
At-Taḥqīqāt al-Marḍiyyah Fil-mabāhits al-Farḍiyyah; ini merupakan tesis untuk gelar magister
Aḥkām al-Ath‘imah fīl-Syarī‘ah al-Islāmiyyah; ini merupakan tesis untuk gelar doktoral