Koninklijke Swets & Zeitlinger Holding NV, beroperasi dengan nama dagangSwets,[1] dulunya adalah sebuah perusahaan layanan informasi yang beroperasi di seluruh dunia sebagai perantara antara penerbit dan perpustakaan.[2] Swets menyediakan manajemen dan pemrosesan langganan ke publikasi ilmiah dan profesional, baik dalam bentuk cetak ataupun elektronik.[3] Induk dari Royal Swets & Zeitlinger Holding adalah Swets & Zeitlinger Group BV, dan anak usaha perdagangannya adalah Swets Information Services BV.[4] Swets resmi dinyatakan bangkrut pada bulan November 2014.[5]
Laporan tahunan Swets tahun 2013 yang dirilis pada tanggal 8 Agustus 2014 pun menyatakan bahwa "2013 adalah tahun yang menantang bagi Swets. Jelas bahwa transformasi yang diinginkan Swets membutuhkan lebih banyak modal daripada yang dimiliki saat ini. Pemegang saham Swets Group bersama para kreditur juga telah memutuskan untuk menjual semua saham Royal Swets & Zeitlinger Holding N.V. dan telah memulai proses lelang yang diharapkan selesai pada triwulan ketiga tahun 2014. Para kreditur pun mendukung rencana ini dan memutuskan untuk menunda kewajiban pembayaran pinjaman asal proses lelang berjalan sesuai rencana".[6][7] Kemudian Swets dinyatakan "gagal memenuhi persyaratan yang berhubungan dengan pendanaan jangka panjang. Sehingga para kreditur meminta agar Swets segera mengembalikan pinjaman yang telah diberikan." Masalah ini disebabkan karena adanya peralihan dari media cetak ke media elektronik, sehingga komisi yang didapat Swets tidak terlalu besar, sebab penerbit dapat langsung berhubungan dengan pembeli tanpa melalui perantara.[7]
Sejarah
Didirikan oleh Adriaan Swets & Heinrich Zeitlinger pada tahun 1901
Swets membeli Zeitlinger setahun kemudian
Swets tetap dimiliki sepenuhnya oleh keluarga Swets hingga pertengahan dekade 1990-an
Pada tahun 2003, Swets & Zeitlinger Publishers dijual ke Taylor & Francis[8]
Pada tahun 2007, Swets dijual ke Gilde, sebuah firma investasi asal Belanda
Pada tahun 2008/09, Swets membuka kantor di India, Selandia Baru, Finlandia, Austria, Switzerland, dan Tiongkok
Pada tahun 2008, Swets mengakuisisi Boekhandel E. Frencken BV
Pada tahun 2010, Swets menerbitkan katalog buku elektronik dan opsi pengadaan komprehensif, dan berhasil menjual lebih dari 1 juta buku elektronik pada tahun 2011
Pada tahun 2011, Swets mengakuisisi perusahaan layanan komunikasi penerbit, Accucoms
Pada tahun 2014, Gilde membuka opsi menjual Swets.[9]
Pada tanggal 23 September 2014, Swets Information Services BV dituntut bangkrut.[10]
Antara bulan September dan November 2014, Koninklijke Swets & Zeitlinger Holding dan perusahaan Swets yang lain resmi dinyatakan bangkrut.[5]
Kemitraan
Produk dan layanan yang pernah menjadi mitra Swets antara lain:
12"Annual Report"(PDF). Royal Swets & Zeitlinger Holding NV. 2012. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal February 26, 2014. Diakses tanggal 21 February 2014.
↑"Annual Report"(PDF). Royal Swets & Zeitlinger Holding NV. 2013. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal December 2, 2014. Diakses tanggal 23 September 2014.