Sutrisno Hadi Notowidagdo (17 Juli 1930–6 April 2008) adalah seorang akademisi ilmu statistika Indonesia.[1] Ia pernah menjabat sebagai Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta) periode 1966–1971.
Kehidupan awal dan pendidikan
Sutrisno Hadi dilahirkan di Babat, Lamongan, Jawa Timur pada tanggal 17 Juli 1930 dari pasangan Munandar Hadi Wijoyo dan Semi.[2][3] Ia mengawali pendidikan tingginya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan meraih gelar Sarjana Muda (B.A.) dari Fakultas Pedagogik pada tahun 1954, kemudian menyelesaikan gelar sarjana penuh (Drs.) di fakultas yang sama pada tahun 1958. Untuk memperdalam keilmuannya, ia menempuh pendidikan tingkat master (M.A.) di Amerika Serikat, di mana ia lulus dari Universitas Negeri Arizona pada tahun 1959 dengan spesialisasi dalam bidang psikologi.[2] Selama masa mudanya, Sutrisno juga tercatat memiliki latar belakang perjuangan fisik sebagai anggota Tentara Pelajar (TRIP) Jawa Timur dan terlibat dalam mobilisasi pelajar di wilayah teritorial Bojonegoro pada periode 1946–1951.
Karier
Karier profesional Sutrisno bermula saat ia diangkat menjadi pegawai di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Gadjah Mada (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta) pada tahun 1955. Pengalaman kerjanya meluas ke bidang militer dan pemerintahan, termasuk menjabat sebagai staf di Pusat Psikologi Angkatan Darat (1959–1962), dosen di Akademi Militer (1961–1964), serta staf ahli di Komando Operasi Tertinggi (KOTI) pada pertengahan 1960-an. Di lingkungan akademis, ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UGM (1962–1964) dan Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Psikologi UGM (1964–1965). Puncak karier kepemimpinannya di perguruan tinggi terjadi saat ia menjabat sebagai Rektor IKIP Yogyakarta selama dua periode dari tahun 1966 hingga 1974, serta sempat menjabat sebagai Pejabat Rektor IKIP Surakarta pada tahun 1969–1975 dan Dekan Fakultas Psikologi di universitas yang sama.[2][3]
Selain jabatan di kampus, Sutrisno memberikan kontribusi besar pada level nasional sebagai Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (1968–1972) serta menjadi anggota MPRS dari Fraksi Karya Pembangunan (1967–1972). Ia juga memimpin Tim Pengembangan Penelitian DP3M Depdikbud antara tahun 1976 hingga 1981. Sebagai seorang pendidik, dedikasinya terlihat dari keberhasilannya membimbing dan meluluskan 98 orang doktor dari berbagai bidang ilmu seperti psikologi, pendidikan, ekonomi, hingga kedokteran. Ia dikukuhkan sebagai Guru besar Psikologi UGM pada tahun 1972 dan terus aktif mengajar hingga masa purnatugas pada tahun 2000 dengan gelar Guru Besar Emeritus.[4]
Kehidupan pribadi dan kematian
Sutrisno Hadi menikah dengan Umijati dan dikaruniai empat orang anak: Emmy Pamardiyati, Seno Pamardiyanto, Rizon Pamardhi Utomo, dan Yuni Pamardiningsih. Ia wafat pada 6 April 2008, di Paviliun Wijaya Kusuma Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito di Sleman, DI Yogyakarta. Jenazahnya dimakamkan di kompleks makam keluarga UGM di Sawitsari, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjangnya terhadap ilmu pengetahuan.[2][3][5]