Siput dengan cangkang berukuran kecil; tinggi cangkang 25-30 mm, garis tengah 13mm. Cangkang agak gemuk pendek sampai agak langsing, dengan sulur meruncing dan berjenjang atau berundak; seluk 8-12, yang akhir agak besar; permukaannya bertonjolan tumpul atau runcing serupa duri, terutama pada seluk akhir. Warna cangkang cokelat kekuningan atau krem kecokelatan berbintik-bintik cokelat; terkadang juga dilingkari 1-3 sabuk cokelat. Umbilikus (pusar) tertutup. Mulut cangkang agak besar atau agak lebar. Operkulum (tutup cangkang) bundar telur, tipis, liat, cokelat kehitaman.[2]
Cangkangnya sering kali terkikis atau penuh ditempeli lumut atau lumpur, sehingga warnanya menjadi kabur.[4]
Habitat dan agihan
Keong ini biasa ditemukan di perairan tawar yang tergenang atau mengalir, dengan substrat dasar berlumpur atau berpasir; hingga ketinggian 1.400 m dpl. Kadang-kadang ditemukan pula di perairan yang sedikit payau.[2]
↑Müller, O.F. 1774. Vermivm terrestrium et fluviatilium, seu animalium infusoriorum, helminthicorum, et testaceorum, non marinorum, succincta historia. Volumen alterum: 136. Havniæ & Lipsiæ. et Lipsiae :apud Heineck et Faber :1773-1774.
1234Djajasasmita, M. 1999. Keong dan Kerang Sawah: 32-3. LIPI-Seri Panduan Lapangan. Bogor: Puslitbang Biologi LIPI.
↑Heryanto, R.M. Marwoto, A. Munandar, & Susilowati P. 2003. Keong dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak: 92-3. Bogor: Biodiv. Consv. Project LIPI-JICA-PHKA.
12Budha, P.B. 2012. Plotia scabra. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. <www.iucnredlist.org>. Diakses 05/I/2015.
↑Glöer, P. & V. Pešić. 2012. The freshwater snails (Gastropoda) of Iran, with descriptions of two new genera and eight new species. ZooKeys219: 11–61. [4 September 2012]
Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Thiara scabra.