Mengawali karier sebagai Dosen pada Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri Malang (1989—sekarang), selanjutnya pada tahun 2011 mendapat kepercayaan mejadi Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang hingga tahun 2014.[4]
Supriyono selanjutnya menjadi tenaga pakar untuk Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Nonformal dan InformaBPSDMP & PPMP, di Kemendiknas RI periode 2007 sampai 2010. Selain itu periode 2007 sampai 2014 menjadi tim Ad Hoc BSNP untuk Penyusunan Standar Lembaga kursus dan Pelatihan, Pendidikan Kesetaraan, Kemdikbud. Supriyono sebagai akademisi/Tim Ahli pada Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BPPNFi) Regional IV Surabaya (2003-2014).
Selepas menanggalkan jabatan dekan, pada tahun 2014 ia mencalonkan diri sebagai Rektor Universitas Negeri Malang (UM). Dalam pilrek UM itu ada enam calon dan Supriyono mendapat suara terbanyak yaitu 479 suara dari warga kampus.[5] Namun dalam pemilihan di tingkat senat dan tambahan suara dari perwakilan Kemendikbud rivalnya Rofi'uddin yang menang.[6]
Selanjutnya ia menjadi pelatih pada Program Pengembangan Kompetensi dan Profesionalisme Penilik, Dit PTK PNF/P2PNTK PNFi/Dit GTK PAUD & Dikmas, Ditjen GTK/PNFI/PAUDNI/PAUD & Dikmas Kemendikbud. Perannya dalam Aggota Tim Pengarah Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016—2019)[7] Puncaknya ia ditugaskan menjadi Ketua BAN PAUD dan PNF Kemdikbud (2018- 2022)[8][9][10]
Selain mengajar dan beraktivitas di kampus dan BAN PAUD, Supriyono menjadi narasumber dalam kegiatan-kegiatan pendidikan baik di tingkat lokal, regional, dan nasional.[11][12][13][14]