* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 2 April 2025 ‡ Penampilan dan gol di tim nasional akurat per 26 Maret 2025
Suphanat saat ini memegang rekor sebagai pemain termuda yang tampil di Liga 1 Thailand, dan juga sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah liga tersebut pada usia 15 tahun. Ia juga memegang rekor AFC sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Champions AFC pada usia 16 tahun. Pada level internasional, ia menjadi pemain termuda yang mendapat caps untuk tim nasional Thailand pada usia 16 tahun dalam pertandingan melawan Vietnam.
Karier klub
Buriram United
Suphanat menghabiskan seluruh kariernya di akademi muda Buriram United di mana pada usia 15 tahun, ia dipromosikan ke skuad senior. Pada 25 April 2018, Suphanat menjalani debutnya melawan Nakhon Ratchasima, menjadi pemain termuda dalam sejarah Liga 1 Thailand yang tampil dalam sebuah pertandingan pada usia 15 tahun 8 bulan. Pada 26 Mei 2018, ia mencetak gol liga melawan Air Force United dan menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Thai League pada usia 15 tahun 9 bulan. Ia kemudian mencetak dua gol dalam pertandingan yang sama saat kemenangan 5–0.
Pada 9 April 2019, Suphanat menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Champions AFC pada usia 16 tahun 8 bulan melawan klub Tiongkok, Beijing Guoan.
Pada 12 Januari 2025, Suphanat kembali ke Buriram setelah dua tahun masa peminjaman, dalam kekalahan 3–2 melawan Bangkok United. Pada 19 Januari 2025, Suphanat mencetak hat-trick pertama dalam kariernya dan juga mencatatkan hat-trick assist dalam kemenangan telak 9–0 atas Khon Kaen United. Pada 12 Februari, Suphanat mencetak gol pada masa tambahan waktu menit 90+3 untuk mengamankan kemenangan 2–1 atas raksasa Korea Selatan Ulsan HD dalam laga Liga Champions Elit AFC 2024–2025 yang menjaga harapan tim untuk lolos ke babak gugur sekaligus menyingkirkan klub Korea tersebut dari turnamen. Pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions Elit melawan rival sesama Asia Tenggara, Johor Darul Ta'zim pada 11 Maret, Suphanat mencetak satu-satunya gol dalam duel tersebut lewat kaki kirinya, yang mengakhiri perdebatan mengenai status kedua klub dan mengantarkan Buriram United ke perempat final turnamen.
OH Leuven (pinjaman)
Pada 5 September 2023, Suphanat menandatangani kontrak peminjaman selama satu tahun dengan klub Belgian Pro LeagueOH Leuven. Pada tahun yang sama di bulan Juni, ia sebenarnya sudah beberapa kali berlatih bersama klub induknya, Leicester City, sambil menunggu izin kerja. Pada 1 November 2023, ia menjalani debutnya untuk klub tersebut dalam putaran ketujuh Piala Belgia 2023–2024, melawan Elene-Grotenberge. Tiga hari kemudian, ia juga melakukan debut di liga melawan Westerlo dan beberapa minggu setelahnya, pada 26 Desember 2023, ia mencetak gol pertamanya untuk klub dengan menjebol gawang di menit-menit akhir dalam kemenangan kandang 3–0 atas Eupen. Pada akhir musim, masa peminjamannya diperpanjang untuk satu musim lagi hingga Juni 2025, namun setelah hanya tampil empat kali pada musim tersebut, kesepakatan peminjaman itu berakhir pada 31 Oktober 2024 atas persetujuan bersama dan Suphanat langsung kembali ke Buriram United.[1]
Pada bulan Januari 2020, Suphanat menjadi pemain termuda yang pernah mencetak gol dalam satu pertandingan di Kejuaraan U-23 AFC bersama tim nasional Thailand U-23. Dia mencetak gol melawan Bahrain U-23 pada pertandingan pertama.
Senior
Pada Juni 2019, Suphanat masuk dalam skuad pelatih kepala Sirisak Yodyardthai untuk Thailand selama Piala Raja Thailand 2019. Pada 5 Juni 2019, dalam pertandingan melawan rival Vietnam, ia menjalani debutnya pada usia 16 tahun 10 bulan, menjadikannya pemain termuda dalam sejarah tim nasional.
Pada Mei 2021, Suphanat mencetak gol internasional pertamanya dalam hasil imbang 2–2 melawan Tajikistan.
Pada Januari 2024, Suphanat masuk dalam skuad Thailand untuk Piala Asia AFC 2023 di Qatar.
Dalam laga kedua semifinal Kejuaraan Perbara 2024 melawan Filipina, Suphanat masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol sundulan pada menit ke-116 babak perpanjangan waktu untuk mengantarkan Thailand ke final, meskipun saat itu ia sedang mengalami flu.