Sungai Tunasan (Tagalog: Ilog ng Tunasancode: tl is deprecated ), juga disebut sebagai Sungai Tunasan–Cuyab, adalah sebuah sistem sungai di Filipina. Sungai ini bermula di perbatasan San Pedro, Laguna dan Dasmariñas, Cavite, dan berakhir 9 kilometer (5,6mi) di perbatasan San Pedro dan Muntinlupa. Ini adalah salah satu dari 21 anak sungai utama Laguna de Bay.[1] Sistem sungai ini memiliki enam anak sungai yang berdampingan satu di San Pedro, Laguna, satu di Dasmariñas, Cavite, tiga dari kolam Hallow Ridge Filipinas Golf di San Pedro, dan satu dari sistem drainase Kompleks RMT di Muntinlupa. Kedalaman Sungai Tunasan saat ini bervariasi dari 0,25 hingga 2 meter (9,8 inci hingga 6 kaki 6,7 inci).
Sungai Tunasan mendapat perhatian media pada tahun 1994 dan 1995 karena serangkaian "pembunuhan ikan" yang disebabkan oleh kebutuhan oksigen biokimia yang tinggi dari bunga lili air yang membusuk dan banyaknya limbah rumah tangga yang masuk ke sungai selama musim hujan.[2] Baik sungai maupun barangay Tunasan dinamai berdasarkan tanaman obat yang secara lokal disebut tuna (Nymphaea nouchali), yang dulunya melimpah di Sungai Tunasan dan pesisir Laguna de Bay.
Ikhtisar
Sungai Tunasan (Tagalog: Ilog ng Tunasan), yang juga dikenal sebagai Sungai Tunasan–Cuyab, merupakan salah satu dari 21 anak sungai utama yang bermuara ke Laguna de Bay, danau terbesar di Filipina. Sungai ini memiliki peranan penting dalam sistem hidrologi kawasan, meskipun ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan sungai-sungai besar seperti Pagsanjan atau Marikina. Aliran Sungai Tunasan bermula di perbatasan antara San Pedro, Laguna dan Dasmariñas, Cavite, kemudian mengalir sejauh kurang lebih 9 kilometer hingga mencapai perbatasan San Pedro dan Muntinlupa, sebelum akhirnya bermuara ke Laguna de Bay.
Sebagai bagian dari jaringan hidrologis yang kompleks, Sungai Tunasan berfungsi sebagai jalur masuk air sekaligus pemasok nutrien bagi ekosistem danau. Aliran sungai ini, bersama dengan sungai-sungai lain seperti San Pedro dan Balanak, mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati perairan, termasuk ikan dan vegetasi air yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar. Namun, seperti halnya anak sungai lain di kawasan metropolitan Manila, Sungai Tunasan menghadapi tekanan lingkungan yang signifikan. Pertumbuhan perkotaan dan aktivitas industri di sekitarnya menjadikan sungai ini rentan terhadap pencemaran limbah domestik maupun industri, yang dapat memengaruhi kualitas air dan keseimbangan ekosistem Laguna de Bay. Dengan demikian, Sungai Tunasan tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi indikator penting bagi kesehatan lingkungan danau terbesar di Filipina.[3]
Referensi
↑"Tunasan-Cuyab River". Municipal Government of Muntinlupa. Diarsipkan dari asli tanggal September 27, 2007.