Sungai Rioni (bahasa Georgia:რიონიcode: ka is deprecated ), dalam sumber-sumber Eropa lama dikenal sebagai Sungai Phasis (bahasa Yunani Kuno:Φᾶσιςcode: grc is deprecated ), adalah sungai yang sepenuhnya mengalir dalam wilayah Georgia. Sungai ini adalah sungai utama di Georgia bagian barat, yang berhulu di daerah Racha di lereng selatan Pegunungan Kaukasus, mengalir terus ke barat dan bermuara di Laut Hitam, sebelah utara kota pelabuhan Poti. Kutaisi, ibu kota Mkhare (Region) Imereti yang merupakan kota tua nan penting pada masa Kolkhis, terletak di tepi sungai ini.
Deskripsi
Rioni adalah sungai terpanjang yang seluruhnya berada di Georgia. Panjangnya sekitar 327 kilometer (203mi) dan daerah aliran sungai-nya meliputi wilayah seluas.13.400 kilometer persegi (5.200sqmi).[1] Sungai ini berhulu di lereng selatan Pegunungan Kaukasus pada ketinggian 2.960 meter (9.710ft) di atas permukaan laut, sebelah utara kota tua Oni di wilayah Racha. Anak sungainya, dari hulu ke hilir meliputi Jejora (sebelah kiri), Ovirila (kiri), Khanistsqali (kiri), Tskhenistqali (sebelah kanan), dan Tekhuri (kanan).
Lembah Rioni dikenal dengan wabah malaria yang cukup ganas dan iklimnya kurang bersahabat bagi perkembangan peradaban. Hal ini diduga menjadi penyebab mengapa Kolkhis tidak pernah berkembang menjadi kerajaan yang kuat, serta mengapa daerah ini pada masa lalu tidak dapat diperintah dengan baik oleh Bizantium sebagai salah satu provinsinya.[2] Dugaan ini erat kaitannya dengan keberhasilan mengeringkan rawa-rawa di lembah ini pada masa modern, sesuatu yang tidak terjadi sebelum-sebelumnya. Proyek pengeringan ini dilakukan pada 1960an dan berhasil menjadikan Lembah Rioni sebagai kawasan pertanian.[3]
Rioni dalam sumber-sumber lama Eropa
Herodotus menganggap bahwa Sungai Rioni merupakan batas antara Eropa dan Asia.[4]
Istilah bagi burung pegar (pheasant) dalam bahasa Inggris serta nama ilmiah bagi spesies pegar biasa, Phasianus colchicus diambil dari nama Phasis dan Kolkhis,[6][7] karena dari wilayah inilah burung pegar diperkenalkan ke Eropa.[8]
12Heinz Heinen, Andrea Binsfeld, Stefan Pfeiffer. Vom hellenistischen Osten zum römischen Westen. Wiesbaden, Germany: Franz Steiner Verlag, 2006, pg. 324