Tidak banyak yang mengetahui, salah satu tempat yang berada di belakang tempat parkir Gedung Pertemuan Sumur Bandung yang terletak di sebelah barat Sungai Cikapundung terdapat sumur yang dinamakan Sumur Bandung.[4] Bangunannya sama dengan sumur-sumur pada umumnya, hanya saja sumur ini begitu dihormati secara budaya dan adat, sebab sumur ini dianggap keramat oleh masyarakat di sana.[5] Di bagian atas sumur itu diberi cungkup penutup berwarna kuning emas dan dikelilingi oleh rantai pembatas. Di salah-satu sisinya ada prasasti yang bertuliskan:
Sumur Bandung Méré Karahayuan ka Rahayat Bandung
Sumur Bandung Méré Karahayuan ka Dayeuh Bandung Sumur Bandung Kahayuning Dayeuh Bandung Ayana di Gedung PLN Bandung.
Bandung 25 Mei 1811
Raden Adipati Wiranata Kusumah II. ¬¬
Sumur Bandung dipercaya mempunyai hubungan sejarah dengan berdirinya Kabupaten dan Kota Bandung.[4] Ceritanya ketika rombongan bupati Wiranatakusumah II dan pengiringnya menyusuri sungai Cikapundung untuk mencari tempat yang pantas untuk didirikan sebagai pusat kota untuk menggantikan daerah Dayeuhkolot sesuai perintah Daendels.[4][6] Ketika bupati menancapkan tongkat di sisi barat sungai lalu ditarik kembali, dari bekas tancapan itu keluar air.[4] Di lokasi air tersebut dibuatlah sumur yang selanjutnya kelak disebut Sumur Bandung.[4] Pada tahun 1930-an, di atas tanah 3.945 m2 tersebut, didirikan bangunan bertingkat hasil rancangan Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker.[4] yang setelah diresmikan pada tanggal 26 Oktober 1939, bangunan tersebut ditempati oleh N.V. Gemeentelijke Electriciteitsbedrijf Bandoeng en Omstreken (GEBEO), suatu perusahaan penyedia tenaga listrik di Hindia Belanda.[4] Gedung yang berada di ujung pertigaan Jl. Asia-Afrika dan Jl. Cikapundung tersebut setelah kemerdekaan kemudian menjadi kantor Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi Jawa Barat.[4] Sumur Bandung pun terletak di lantai dasar Gedung PLN tersebut.[4] Airnya masih tetap bersih dan tidak pernah kering walaupun di musim kemarau.[4]
Toponimi
Sumur Bandung menjadi asal mula nama dari Kecamatan Sumur Bandung dimana sumur ini masuk ke dalam wilayah kecamatan tersebut.
Rujukan
↑Affandy, Frances B., Andi Abubakar.2003. Potrait of West Java Heritage (Potret Pusaka Jawa Barat). Bandung: Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung, Dinas Kabudayaan jeung Pariwisata Jawa Barat.