Sumbersari adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember. Sumbersari merupakan satu dari tiga kecamatan (selain Kaliwates dan Patrang) yang merupakan bagian dari ibu kota Jember. Dahulu di daerah ini terdapat Kecamatan Wirolegi yang dihapus sejak tahun 1976. Pada tahun itu, dibentuk calon kota baru bernama Kota Administratif Jember. Kecamatan Sumbersari didirikan dan mencakup sebagian besar wilayah Kecamatan Wirolegi, sedangkan sisanya menjadi bagian dari kecamatan lain seperti Pakusari.[1] Saat ini Sumbersari merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Jember, yaitu sekitar 137 ribu jiwa pada tahun 2024.[2]
Sumbersari adalah salah satu kecamatan yang merupakan bagian dari ibu kota Kabupaten Jember. Di antara ketiga kecamatan yang ada di pusat kota Jember, Sumbersari terletak di sebelah timur. Sumbersari dipisahkan dari Kecamatan Patrang di utara oleh Sungai Bedadung yang merupakan sungai terpanjang di Jember. Beberapa jembatan yang menyeberangi sungai tersebut di kecamatan ini di antaranya Jembatan Gladak Kembar di jalan nasional, Jembatan Semanggi, dan Jembatan Mastrip.[5] Geografi kecamatan ini berupa dataran rendah dengan bagian baratnya didominasi kawasan urban, sedangkan bagian timurnya masih banyak areal persawahan.
Batas wilayah Kecamatan Sumbersari adalah sebagai berikut:[2]
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 14 tahun 1976, dilakukan penataan ulang kecamatan di Jember dengan adanya pembentukan Kota Administratif Jember. Hal tersebut berdampak pada Kecamatan Jember, Wirolegi, dan Mangli yang dibubarkan secara resmi dan wilayahnya dibagi-bagi. Sebagian besar wilayah Wirolegi sendiri menjadi bagian dari Kecamatan Sumbersari. Berikut ini adalah pemecahan wilayah Kecamatan Wirolegi.[1]
Kecamatan Sumbersari (baru terbentuk): mencakup Desa Sumbersari, Kebonsari, Tegalgede, Antirogo, Wirolegi, dan Kranjingan
Kecamatan Pakusari (baru terbentuk): mencakup Desa Pakusari, Kertosari, Sumberpinang, Bedadung
Kecamatan Jenggawah: mendapatkan tambahan Desa Wirowongso (mencakup desa pemekarannya yaitu Rowoindah), sekarang desa tersebut menjadi bagian dari Kecamatan Ajung