Suku Kwazá, yang juga dikenal dengan nama Coaiá, Koaiá, Koaya, Kwaza, dan Quaiá,[2] merupakan salah satu kelompok penduduk asli di Brasil. Sebagian besar anggota suku ini tinggal bersama suku Aikanã dan suku Latundê di Cagar Alam Adat Tubarão-Latundê yang terletak di Provinsi Rondônia. Namun, terdapat pula sejumlah anggota suku Kwazá yang menetap di Terra Indígena Kwazá do Rio São Pedro.[1] Pada tahun 2008, jumlah populasi suku ini tercatat sebanyak 40 orang, sebuah peningkatan yang signifikan dibandingkan 25 orang pada tahun 1998.[3]
Bahasa
Pada tahun 2005, hanya terdapat 25 orang yang masih menggunakan bahasa Kwaza. Bahasa ini masih tergolong sebagai bahasa yang belum terklasifikasi.[2]
Historis
Secara historis Suku Kwazá telah hidup berdampingan dengan suku-suku lain seperti suku Aikanã, suku Kanoê, suku Tuparí, suku Sakurabiat, suku Salamãi, dan suku-suku lainnya. Meskipun budaya yang mereka miliki serupa, bahasa yang digunakan tidaklah saling berhubungan. Suku-suku ini saling kawin campur, terlibat dalam konflik, dan saling berinteraksi dalam festival-festival.[1]
Sekitar tahun 1960-an, setelah pembangunan Br-364 (jalan raya), Suku Kwazá terpaksa meninggalkan tanah adat mereka akibat tekanan dari para peternak.[1]