Sukomoro adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Letak Sukomoro sangat strategis karena berbatasan langsung dengan ibukota kabupaten yaitu Kecamatan Nganjuk di sebelah barat. Selain itu, Sukomoro juga dilewati jalan lingkar Nganjuk sekaligus jalan nasional penghubung Surabaya dengan Madiun dan kota lainnya di Pulau Jawa.[1][2] Sukomoro dikenal dengan pasarnya yang cukup ramai yaitu Pasar Sukomoro dan Pasar Ngrengket. Pasar Sukomoro dikenal luas sebagai pasar bawang merah terbesar di Nganjuk. Selain dari hasil panen petani di Nganjuk, pedagang juga memasok bawang merah dari luar daerah seperti Jawa Tengah hingga NTB.[3][4]
Desa Nglundo di Sukomoro dikenal sebagai tempat kelahiran dan pemakaman tokoh aktivis buruh Marsinah yang dibunuh pada masa Orde Baru dan sekarang diabadikan dalam sebuah monumen di desa tersebut.[5] Kemudian di tahun 2026, Museum dan rumah singgah Marsinah di Nglundo diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa bulan setelah Marsinah dinobatkan sebagai pahlawan nasional.[6]
Geografi
Peta Sukomoro
Secara geografis, Sukomoro berupa dataran rendah dengan lahan yang didominasi persawahan. Batas wilayah kecamatan Sukomoro adalah:
Kecamatan Sukomoro terdiri dari 10 desa dan 2 kelurahan. Desa dan kelurahan tersebut dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut: