Pada tahun 1990 Sukardi Rinakit atau yang akrab disapa "Cak Kardi" ini menjadi staf peneliti di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan mengundurkan diri pada tahun 1998. Selanjutnya bersama Soegeng Sarjadi mendirikan Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), sebuah lembaga kajian yang juga berorientasi pada kebijakan.[3] Sukardi Rinakit juga pernah menjadi Sekretaris Jenderal Gerakan Nasionalis Indonesia yang dipimpin oleh Kwik Kian Gie, anggota Dewan Pakar Alumni GMNI dan Dewan Pakar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).[4][5]
Pada masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (2014-2019), Sukardi Rinakit diangkat menjadi Staf Khusus Presiden. Dia diangkat kembali menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi pada periode kedua pemerintahannya (2019-2024).[6][7]