Resveratrol adalah stilbenoid yang penting secara biologi.
Stilbenoid adalah turunan hidroksilasi dari stilbena. Mereka memiliki struktur C6–C2–C6. Dalam istilah biokimia, mereka termasuk dalam keluarga fenilpropanoid dan berbagi sebagian besar jalur biosintesisnya dengan kalkonoid.[1][2] Sebagian besar stilbenoid diproduksi oleh tumbuhan,[2][3] dan satu-satunya pengecualian yang diketahui adalah obat stilbenoid antimikroba tapinarof yang disintesis secara biologis oleh bakteri Gram-negatifPhotorhabdus luminescens.[4][5][6]
Kimia
Stilbenoid adalah turunan hidroksilasi dari stilbena dan memiliki struktur C6–C2–C6. Mereka termasuk dalam keluarga fenilpropanoid dan memiliki sebagian besar jalur biosintesis yang sama dengan kalkonoid.[1][2][3] Di bawah iradiasi UV, stilbena dan turunannya mengalami siklisasi intramolekuler, yang disebut fotokiklisisasi stilbena untuk membentuk dihidrofenantrena. Bentuk oligomeriknya dikenal sebagai "oligostilbenoid".
Jenis
Aglikon
Piceatannol di akar pohon cemara Norwegia
Pinosilvin adalah toksin fungi yang melindungi kayu dari infeksi jamur, ditemukan pada pohon-pohon dari famili pinus
Pikeid adalah turunan resveratrol yang ditemukan dalam jus anggur
Produksi
Stilbenoid diproduksi di berbagai tumbuhan, misalnya merupakan produk sekunder pembentukan kayu teras pada pohon yang dapat bertindak sebagai fitoaleksin. Contoh lain adalah resveratrol, antijamur yang ditemukan dalam anggur yang telah diklaim memiliki manfaat kesehatan.[7] Ampelopsin A dan Ampelopsin B adalah dimer resveratrol yang diproduksi dalam buah porselen.
Suatu stilbenoid bakteri yakni (E)-3,5-dihidroksi-4-isopropil-trans-stilbena, diproduksi oleh Photorhabdus yang merupakan simbion bakteri dari genus nematoda serangga yakni Heterorhabditis.[8]
12V. S. Sobolev; B. W. Horn; T. L. Potter; S. T. Deyrup; J. B. Gloer (2006). "Production of Stilbenoids and Phenolic Acids by the Peanut Plant at Early Stages of Growth". J. Agric. Food Chem.54 (10): 3505–3511. doi:10.1021/jf0602673. PMID19127717.