Stephen merupakan anak ke-2 dari 4 bersaudara pasangan Clement Suleeman (1919-1988) dan Lies Gunawan (1926-2014). Ayahnya adalah seorang pendeta. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Jakarta pada tahun 1966, pendidikan menengah pertama pada tahun 1969, dan lulus dari SMA Kristen 1 PSKD Jakarta pada tahun 1972.
Stephen mulai mengajar di STT Jakarta sejak tahun 1985. Selama berkarier sebagai dosen tetap, ia pernah memegang beberapa jabatan struktural, antara lain sebagai Kepala Unit Pendidikan Lapangan serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM). Sebagai pengajar, ia mengampu sejumlah mata kuliah seperti Teologi dan Komunikasi, Teologi Queer, Agama dan Masyarakat, serta Pendidikan Lapangan.
Di luar lingkungan kampus, Stephen aktif dalam advokasi sosial. Pada tanggal 25 Desember 2013, ia memimpin ibadah Natal bersama bagi jemaat GKI Yasmin (Bogor) dan HKBP Filadelfia (Bekasi) yang diselenggarakan di seberang Istana Merdeka, Jakarta. Ibadah di ruang publik tersebut merupakan bagian dari aksi dwi-mingguan kedua jemaat guna memprotes penyegelan dan pembekuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah ibadah mereka oleh pemerintah daerah setempat.[2][3][4] Selain itu, ia dikenal sebagai aktivis LGBTQIA+ yang aktif memberikan edukasi serta kajian teologis mengenai isu-isu seksualitas.[5][6][7][8][9][10]
Stephen aktif sebagai sukarelawan dalam gerakan pengetahuan terbuka. Ia mulai berkontribusi sebagai pengguna di Wikipedia bahasa Indonesia pada tahun 2005 dan kemudian terpilih menjadi salah satu pengurus. Pada tahun 2008, Stephen menjadi salah satu pendiri Wikimedia Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang mewadahi proyek-proyek Wikimedia di Indonesia. Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas dalam organisasi tersebut untuk periode 2011–2012.
Emeritasi dan kematian
Pada tanggal 1 April 2019, Stephen memasuki masa pensiun dari pelayanan strukturalnya sebagai pendeta (emeritasi). Kebaktian emeritasinya dilaksanakan di GKI Gading Indah, bertempat di Aula TKK 6 BPK Penabur Kelapa Gading, Jakarta Utara.[12][13] Selanjutnya, pada tahun 2020, ia resmi pensiun sebagai dosen tetap di STFT Jakarta. Stephen Suleeman meninggal dunia pada tanggal 8 November 2021 akibat sakit ginjal yang dideritanya.[14]
Kehidupan pribadi
Pada tanggal 17 Agustus 1988, ia menikah dengan Indinah Kusnadi. Pada tahun 1991, Stephen dikaruniai anak bernama Hortensia Margarita Esperanza Suleeman. Dan pada tahun 2001, Stephen kembali dikaruniai seorang anak bernama Lavender Serena Constanza Suleeman.
Bibliografi
Berikanlah Aku Air Hidup Itu: Bahan Sumber Studi Gender, 1997
Bentangkanlah Sayapmu, 1999
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP kelas VII, VIII dan IX, 2018
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMA Kelas X, XI dan XII, 2018
Siapakah Sesamaku? Pergumulan Teologi dengan Isu-Isu Keadilan Gender, 2019
Changing Hearts and Minds: Queer Identities in Religions and Cultures, 2020
Lihat pula
Stephensuleeman, akun milik Stephen Suleeman di Wikipedia bahasa Indonesia.
Referensi
↑"Sekolah Tinggi Teologi Jakarta" (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-06. Diakses tanggal 26 April 2013.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"Agama Api dan Manusia" (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-02. Diakses tanggal 26 April 2013.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"Agama Api dan Harapan" (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-02. Diakses tanggal 26 April 2013.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)