Pada masa aktifnya, stasiun ini melayani dua kali perjalanan kereta api campuran penumpang dan barang dari Babat ke Tuban.
Awalnya stasiun ini dibuka sebagai stoplat/perhentian dengan nama Stopplaats Pesantren, tetapi terhitung sejak 15 Desember 1920 dinaikkan kelasnya menjadi stasiun.[6] Dalam Buku Jarak Singkat bagi Angkutan Penumpang edisi 2004, nama Stasiun Pesantren sejak didata lagi tahun 1979 berganti nama menjadi Stasiun Palang, karena permasalahan lokasi stasiun. Singkatannya juga berubah, dari PSN menjadi PAG dalam buku tersebut. Sejak 2011, papan nama stasiun ini tidak ada lagi, sehingga terlihatlah kata "santre" yang tak lain tak bukan adalah nama lama dari stasiun tersebut.[7]
Galeri
Patok PT KAI dan patok NIS yang terpancang ada di pematang sawah di dekat emplasemen di stasiun Palang.
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Singkat bagi Angkutan Penumpang: Berlaku di Jawa, Madura, dan Sumatra. Bandung: PT Kereta Api Persero.