Namun jalur dan semua stasiun di lintas ini dinonaktifkan menyusul letusan Gunung Merapi pada tahun 1972 hingga 1974 yang menyebabkan banjir lahar dingin serta menyebabkan terputusnya Jembatan Krasak pada awal tahun 1975.[4][5] Berdasarkan keterangan resmi dari KAI, jalur ini ditutup pada 5 Maret 1975 menyusul insiden banjir lahar tersebut.[6]
Kini bekas Stasiun Muntilan telah berubah menjadi sebuah terminal bus, dengan nama Terminal Drs. Prajitno. Pernah ada wacana untuk mengaktifkan stasiun-stasiun dan jalur ini, tetapi hal ini tak pernah terealisasi oleh pemerintah pusat dan karena adanya pelebaran jalan raya Yogyakarta-Magelang. Bangunan asli stasiun ini sudah dirobohkan dan di atasnya dibangun stanplat bus dan area komersial, serta hanya menyisakan dua rumah dinas. Di sisi selatan emplasemen yang kini telah berubah menjadi lajur bus terdapat Kios PJKA Muntilan. Tanahnya masih dikuasai oleh PT KAI dan disewakan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang.[7]
Galeri
Rumah dinas kedua Stasiun Muntilan
Kios PJKA Muntilan yang dahulunya menempati bekas emplasemen stasiun Muntilan, 2019.
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).